KOLAM-KOLAM MAUT


Pemda Dinilai Gagal Menjalankan Amanat UUD 1945

Meskipun sudah kami peringatkan, namun peristiwa meninggalnya anak-anak di dalam genangan air di wilayah Provinsi Kepri masih saja terjadi. Kejadian terakhir menewaskan bocah berumur 1,5 tahun di Kampung Bukit, Kelurahan Tanjungpinggir, Kawasan Industri Sekupang, Batam pada Senin 30 Juli 2012 yang lalu. Ini bukti lalainya tanggungjawab orang dewasa, dan Pemda dianggap gagal dalam menjalankan amanat UUD 1945.

Sejak Januari sampai Juli 2012, ALIM mencatat sebanyak 8 (delapan) kasus anak-anak meninggal didalam genangan air (kolam, sumur atau wadah yang berisi genangan air). Dari jumlah itu, kasus terbanyak terjadi di Batam, yakni 4 kasus. Kemudian Karimun 2 kasus dan Tanjungpinang 2 kasus. Tahun 2011 yang lalu terdapat 8 kasus. Sekarang, baru pertengahan tahun sudah 8 kasus. Harapan kita, jangan sampai terjadi lagi.

Cukuplah. Tolonglah dan mari sama-sama kita tingkatkan perlindungan terhadap anak melalui perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik lagi, dimasa yang akan datang.

Tidak bermaksud menuding siapa-siapa, marilah peristiwa yang terakhir itu menjadi yang terakhir di Provinsi Kepri. Kalau soal maut, kita semua tahu bahwa itu urusan Tuhan, tetapi ini soal berbangsa dan bertanah air serta soal lingkungan hidup.

Kemana Negara ini dan dimana Pemdanya sampai tak mampu mencegah jatuhnya korban nyawa anak-anak yang tidak berdosa ? Sebagai contoh pada kasus Darsem, Pemerintah hadir dan sanggup membayar Rp 4,7 miliar sebagai diyat (pengganti nyawa) kepada keluarga korban yang dibunuh Darsem.

Menurut Saya, alenia keempat UUD 1945 yang menyebutkan bahwa : “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia…” bukan saja diartikan melindungi warga negara Indonesia dari ancaman kematian oleh bangsa lain seperti kasus Darsem, TKW yang diancam hukuman gantung di Arab Saudi atau warga Negara Indonesia yang diancam bajak laut Somalia. Tidak demikian. Saya memang bukan orang hukum tetapi, menurut Saya demikian.

Pada pasal-pasal UUD 1945 dijelaskan bahwa setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Lalu, setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. Kemudian Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan medapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Mulai hari ini kita mohon kepada para RT, RW, Kades/Lurah dan Camat untuk menginventarisir kolam atau wadah genangan air lainnya yang berpotensi dijadikan tempat bermain anak-anak dan segera laporkan keberadaannya kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat. Kepada BLH setempat Kami minta untuk tindaklanjuti dan menyediakan layanan SMS center supaya warga dengan mudah melaporkan kondisi lingkungannya yang dianggap kurang baik.

Selain itu, ALIM akan melayangkan surat protes kepada Pemda terkait kolam duka dan pengelolaan lingkungan hidup di Kepri.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Agustus 4, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: