Penanganan Banjir Belum Maksimal


Ilustrasi Banjir

Sabtu, 21 July 2012 00:00

TANJUNGPINANG (HK) – Berbagai upaya telah dilakukan Pemko Tanjungpinang dalam mengatasi banjir yang melanda sejumlah kawasan perumahan penduduk maupun ruas jalan protokol. Namun demikian, banjir masih saja menghantui masyarakat jika huja turun dengan lebat.

Oleh:Rudi Yandri, Liputan Tanjungpinang

Hal tersebut dikemukakan Ketua Lembaga Air, Lingkungan dan Manusia (ALIM) Kepri, Kherjuli, Jumat (20/7). Dia mengatakan, sudah lebih dari lima tahun anggaran, namun sampai hari ini tidak juga mampu membuat halaman SMA Negeri 4, jalan Pemuda, pertokoan Pemuda dan sebagian besar Perumnas di Jalan Sei Jang bebas dari yang namanya banjir.

“Sudah terlau banyak sekali rencana, wacana dan alasan yang dibuat, tetapi kenyataannya nihil. Banjir masih tetap saja terjadi. Bahkan kondisinya semakin parah. Satu jam saja hujan, sudah banjir. Bila sebelumnya hanya dirasakan oleh warga setempat dan warga lain yang akan melintas dijalan Pemuda, tetapi sekarang sudah menimpa warga sekolah,” ungkapnya.

Bahkan, lanjut Kherjuli, sejumlah kendaraan milik siswa SMA Negeri 4 yang sengaja di parkir dihalaman sekolah yang baru saja selesai dipaving blok tersebut, ikut terendam air. Akibatnya, tidak sedikit komponen mesin kendaraan rusak karena kemasukan air.

Peristiwa itu sebenarnya sudah sering diberitakan, baik oleh media lokal maupun TV swasta nasional. Tetapi sampai hari ini kondisi fisiknya belum juga membaik. Wajar bila warga bosan mengadu, selain hanya berharap mukjizat dan pasrah serta mengadu kepada hanya kepada tuhan.

“Kami berharap, semoga Tuhan membukakan jalan, agar air bisa leluasa mengalir ke laut dan warga bisa secepatnya keluar dari kesulitan. Terserahlah teknisnya seperti apa, karena hanya Pemko dan DPRD yang bisa menetapkan anggaran dan mengendalikan kebijakan,” pasrah Kherjuli kembali.

Dia mengakui, pada peristiwa banjir yang terjadi pada hari Senin (16/7) lalu, dirinya berada dilokasi kejadian itu dan memantau keadaan disana. Karena tidak mau putus asa, ia langsung menelepon teman-teman wartawan dan reporter RRI untuk menyampaikan kondisi buruk itu kepada para pengambil kebijakan.

“Terserahlah, mau didengarkan atau tidak, yang pasti Tuhan tidak tuli. Saya berharap warga semakin meningkatkan kewaspadaanya pada banjir-banjir yang akan datang. Maunya sih tidak ada lagi banjir. Tetapi kalau dibiarkan, ya masih saja tetap terjadi. Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini, ALIM akan memasang tanda peringatan dan kewaspadaan diri. Tujuannya agar orang dewasa dan anak-anak lebih berhati-hati lagi pada saat turun hujan di lokasi langganan banjir dan rawan bencana,” imbau Kherjuli.

Sebagai tambahan, tegas Kherjuli, pihaknya tentu tidak menginginkan adanya korban berjatuhan. Untuk itu, Pemko dan dewan diminta untuk segera mencarikan solusi nyata dan bertindak segera. Karena, peristiwa kebakaran Pantai Asuhan yang lalu, menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, bahwa bila semua pihak mau, apapun permasalahan bisa dengan bersama-sama diatasi untuk meringankan kesulitan orang lain.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Juli 21, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: