TANJUNGPINANG RAIH ADIPURA KE-9


Tanjungpinang Raih Adipura Ke-9

Sumber : Haluan Kepri, Senin, 04 June 2012 00:00

Photo : Kherjuli

TANJUNGPINANG (HK) – Usaha keras Pemko Tanjungpinang dan di dukung oleh seluruh elemen masyarakat, kembali membuahkan hasil prestasi gemilang, yakni mempertahankan kebersihan dan keindahan Kota Gurindam Negeri Pantun ini.

Maka dari itu, untuk yang kesembilan kalinya, Tanjungpinangpinang berhasil meraih piala Adipura sebagai simbol kota terbersih se- Indonesia tahun 2012.

Kabar gembira lainnya juga diperoleh, yaitu dari hasil penilaian adipura, untuk kategori kota sedang, bahwa Pasar Bintan Center (Bincen) menduduki rangking ke-2 sebagai Pasar terbersih Se-Indonesia dari 98 Kota di Indonesia.

“Kabar gembira tersebut baru diterima secara resmi dari Kementrian Lingkungan hidup pada tanggal 2 Juni mendatang. Direncanakan penghargaan adipura akan diserahkan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono kepada Walikota Tanjungpinang Dra. Hj. Suryatati A Manan di Istana Negara di Jakarta pada tanggal 5 Juni nanti,”ungkap Kabag Humas dan Protokol Pemko Tanjungpinang Jofrizal, Minggu (3/6).

Dia menerangkan, sedangkan sertifikat dan plakatnya akan diserahkan di hotel sahid, Jakarta pada tanggal yang sama pula. “Pada keesekon harinya nanti lagi akan dilanjutkan dengan arak-arakan piala Adipura keliling Kota Gurindam,”jelas Jofrizal

Walikota Tanjungpinang Hj Suryatati A Manan mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh seluruh warga kota, sehingga adipura tetap bisa kita pertahankan.

Tatik berharap ada atau tidaknya piala Adipura, masyarakat Tanjungpinang haruslah tetap membudayakan hidup bersih dan sehat.

“Mudah-mudahan Walikota yang baru nanti juga tetap mempertahankan Adipura. Selain itu juga ada perhatian khusus terhadap petugas kebersihan yang memiliki anak-anak yang pintar untuk dapat dibantu melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi memalui dana beasiswa, tentunya bagi golongan yang tidak mampu,”janji Walikota Tanjungpinang.
Adipura Bukan Kebersihan Saja

Adipura merupakan salah satu program Pemerintah Pusat melalaui Kementerian Lingkungan Hidup dalam bentuk penghargaan bagi Kabupaten/Kota yang memiliki komitmen dalam mewujudkan kota bersih dan hijau.

Jadi ada dua titik point yang dinilai pada program Adipura itu, yang pertama kebersihan (clean) dan yang kedua adalah kota yang berwawasan lingkungan (green city) yang meliputi bagaimana pengedalian pencemaran dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai parameter yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 07 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adipura.

Menurut Ketua LSM Air, Lingkungan dan Manusia Provinsi Kepri Kherjuli, ada empat katagori kota yang dinilai berdasarkan pengelompokan jumlah penduduk. Pertama kota kecil dengan penduduk 20.000 sampai dengan 100.000. Kedua kota sedang dengan penduduk 101.000 sampai 500.000. Ketiga kota besar (501.000 sampai dengan 1.000.000) dan keempat kota Metropolitan dengan penduduk diatas 1.000.000. Tanjungpinang masuk dalam kelompok kedua, yaitu kota sedang.

“Setelah berhasil melewati penilaian pertama yang dilakukan pada bulan November, Tanjungpinang masuk nominasi dan selanjutnya dilakukan pemantauan kedua. Kemudian, pemantauan kedua Adipura dilakukan pada bulan Mei 2012 yang lalu oleh Tim Pemantauan Adipura yang terdiri dari unsur Perguruan Tingggi, LSM, BLH Provinsi Kepri, PPLH Regional Sumatera dan Kemen-LH,” kata Kherjuli.

Dia menyebutkan, ada sekitar 60 titik pantau  yang tersebar di Pemukiman, Perkantoran, Pertokoan, Sekolah, Jalan Arteri, Jalan Protokol, Rumah Sakit, Puskesmas, Pasang Surut, Sungai, Pasar, Pelabuhan, Terminal, TPA Ganit, Hutan Kota,Taman Kota dan lain sebagainya.

Jadi sekali lagi, Kherjuli yang juga sebagai tim penilai Adipura ini menegaskan bahwa Adipura itu tidak semata-mata menilai kebersihan saja seperti keberadaan sampah diruas jalan atau di daerah pesisir yang menjadi pemandangan umum, tetapi juga menilai kota yang berwawasan lingkungan hidup seperti bagaimana pengendalian pencemaran air, udara,  pemilahan sampah, proses 3R, ketersediaan Tempat Pembuangan Sampah dan cara pengangkutannya.

Selain itu juga kendaraan atau alat yang digunakan, cara penanganan limbah medis, sampah organic dan non organic, hingga menilai manajemen pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir  sampah, pengelolaan gas metan, bak lindi, lobang biopori, tempat pencucian dum truck, sumur pantau dan aspek lingkungan hidup lainnya.

“Banyak lagi item-itemnya seperti memantau kualitas sungai, air, udara, keberadaan drainase, WC, pengelolaan hutan kota, taman kota, fungsi dan sebaran ruang terbuka hijau atau pohon peneduh, pengomposan, incenarator, dokumen pengolahan limbah medis, gulma, trotoar, lapak, keberadaan PKL, ruang pelayanan di RSUD/Puskesmas/Pelabuhan dan banyak lagi,” paparnya.

Selain penilaian fisik, lanjut Kherjuli penilaian non pisik juga dinilai seperti bagaimanan kebijakan Anggaran, kelembagaan atau institusi, Produk Hukum, sarana dan prasarana atau fasilitas, manajemen, partisipasi masyarakat,  peta dan lainnya yang terkait dengan program adipura itu.

Komposisinya, 80 persen pisik dan 20 persen non fisik.  Kementerian Lingkungan Hidup lah yang pada akhirnya memutuskan apakah suatu Kab/Kota itu layak mendapatkan Adipura atau tidak.

“Perlu masyarakat ketahui bahwa penilaian Adipura ini bukan membandingkan satu kondisi kebersihan yang ada disuatu tempat dengan tempat yang lain di Kota yang sama. Misalkan antara jalan A. Yani dengan jalan Pemuda, atau sampah yang ada di pelantar KUD dangan TPA Ganit Tanjungpinang,” jelas Kherjuli. (cw40/eza)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Juni 14, 2012, in Uncategorized, Water, Environment and Human and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: