PEMKAB DINILAI LEMPAR TANGGUNG JAWAB


Pemkab Dinilai Lempar Tanggungjawab

Selasa, 03 April 2012 00:00

KARIMUN – Pemerintah Kabupaten Karimun dinilai melempar tanggungjawab menyusul pengelolaan instalasi air bersih Danau Sentani diserahkan ke pihak swasta. Penilaian ini dilontarkan Kherjuli, Anggota Dewan Sumber Daya Air  (SDA) Kepulauan Riau (Kepri), Senin (2/4).

“Mana ada perusahaan daerah dikelola  pihak ketiga apalagi  pihak swasta yang berasal dari luar negeri. Kalau dikelola oleh pihak ketiga, maka itu sudah lari dari sosial oriented,” ucap Kherjuli, kemarin.

Menurut dia, jika saat ini Pemkab Karimun mengelola air dengan menggandeng pihak ketiga maka harga air  seperti harga emas yang akan semakin mahal. Padahal air merupakan salah satu kebutuhan pokok baik itu untuk orang miskin maupun orang kaya.

Hal ini  jelas-jelas  menunjukkan tidak sesuai dengan Uundang-Undang 1945 pasal 33, dimana isi yang terkandung didalam pasal tersebut adalah bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat.

“Langkah yang ditempuh Pemkab sangat  bertolak belakang dengan pasal 33 dari Undang-Undang dasar 1945.   Kalau air sudah dikelola pihak ketiga maka  tidak  lagi dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat melainkan lebih berorientasi mencari keuntungan,”ujar  Ketua LSM Air Lingkungan dan Manusia (Alim) Kepri.

Selain itu  menurut dia, sebelum merealisasikan pembangunan instalasi air bersih,  Pemkab terlebih dahulu harus  melaksanakan sosialisasi atau publikasi kepada masyarakat  guna mendapat tanggapan dari masyarakat terhadap langkah yang ditempuh Pemkab.   Sosialisasi tersebut menyangkut masalah harga air yang akan dijual  kepada masyarakat. Namun  Pemkab tidak menempuh prosedur dan mekanisme tersebut melainkan langsung  proyek instalasi air bersih.

“Dengan demikian  Pemkab Karimun  telah melanggar PP nomo 16 tahun 2005 tentang persediaaan air minum. Yang jelas Pemkab Karimun betul-betul melepaskan tanggungjawabnya atas kerjasama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan air bersih,” ucapnya.

Senada dengan Kherjuli, Ketua Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kabupaten Karimun, Datok Azman Zainal mengaku telah terjadi pelanggaran yang dilakukan Pemkab Karimun bersama Perusahaan Daerah (Perusda). Sebab menurut dia,  pengelolaan air bersih  dilakukan  pihak ketiga akan membawa dampak  terhadap masyarakat.

“Pihak ketiga kan hanya mencari kuntungan. Sedangkan kalau kita sendiri yang kelola, tentu kita dapat dua keuntungan,  yaitu memenuhi kepuasan pelayanan pelanggan serta meningkatkan pendapatan.   Kalau saat ini dikelola pihak swasta, maka berkuranglah keuntungan  karena dibagi-bagi  sehingga beban dilemparkan kepada pelanggan,”kata  Azman.

Ia mengatakan,  sebetulnya perusahaan air minum tidak berdiri sendiri  karena tidak mungkin ada perusahaan di dalam perusahaan. Saat ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)  dikelola oleh Perusda  sehingga hal itu akan terjadi tumpang tindih.

Sebelumnya Bupati Karimun Nurdin Basirun meresmikan pembangunan instalasi air bersih di Danau Sentani ditandai peletakan batu pertama, Rabu (28/3). Proyek air bersih yang memakan investasi Rp500 miliar ini dikelola PT Petronas Wingstar asal Singapura bekerja sama dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Karimun.

Dalam pengerjaan proyek tersebut  akan dibangun pipa instalasi sepanjang 45 km dengan jarak paling jauh  menuju PT Saipem dan Pantai Pelawan. Pengerjaan  proyek  memakan anggaran sebesar Rp100 miliar dengan masa pengerjaan selama tujuh bulan.***(GANI, Karimun))

Sumber : Haluan Kepri

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on April 8, 2012, in Water, Environment and Human. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: