Puisi Dari Teman Ku, Untuk Mu Guru


TERIMA KASIH GURU

Oleh : Patricia Aquessia Boru Manullang

Kau seperti lilin yang menerangi
memberi sinar membakar diri
agar insan jadi insani
… tanpamu kosong tiada erti
tak mungkin kami berada di sini.

Terungkap citra seorang wira
dari huruf menjadi kata
dari bebal menjadi bijaksana
dari putih menjadi warna
pencorak kehidupan penyambung bangsa
melangkah jauh terasa nyata
visi mendatang mudah terlaksana.

Patricia Aquessia Boru Manullang

Di saat buntu, dikaulah pembantu
memberi ilmu tanpa jemu
tak kira masa, tenaga dan waktu
jasamu itu ku kenang selalu
biarpun beranak berpinak cucu.

Sesekali melangkah pasti rebah
nasihatmu kuingat menghilangkan gundah
agar diri dan semangat menjadi gagah
daku pasti tak mungkin mengalah
ilmu dan pengalaman diberi sudah
setelah berusaha dan berdoa, terserahlah.

Saat terindah menjadi kenangan
menggamit seribu satu ingatan
buat guru dan teman-teman
daku kini di perantauan
bilakah mungkin dapat bersalam-salaman ?

Duhai guru-guru yang dikasihi
Terimalah kasih dan sayang kami
Lantaran berbudi tidak berperi
Untuk satu perjuangan hakiki
Kami kini mampu berdikari.

Terima kasih guru

GURU


Engkau bagaikan cahaya
Yang menerangi jiwa
… Dari segala gelap dunia

Engkau adalah setetes embun
Yang menyejukan hati
Hati yang ditikam kebodohan
Sungguh mulia tugasmu Guru
Tugas yang sangat besar

Guru engkau adalah pahlawanku
Yang tidak mengharapkan balasan
Segala yang engkau lakukan
Engkau lakukan dengan ikhlas

Guru jasamu takkan kulupa
Guru ingin ingin kuucapkan
Terimakasih atas semua jasamu

Guruku

Seperti lilin
sewaktu waktu akan cair
gugur lalu membeku
… sepi pun datang menutup pandang
tinggallah waktu
mengakhiri seJarah panjangnya.

Seperti engkau
sewaktu waktu penyuluh hidupku
betapa dalam kegelapan maya
engkau perkenalkan daku dengannya
suria dan bintang cakerawala
sehingga seluruh jagatraya ini
tiba-tiba menjadi milikku.

Kehadiranmu adalah suatu fitrah
lepas itu, engkau kutinggalkan
kukira engkau kesepian kini
mengakhiri sisa-sisa hidupmu
tanpa belaian kasih
ratusan anak-anakmu
yang telah engkau berikan obor.

Dan pagi ini kudakap wajahmu dalam kenangan
seorang anak yang pernah engkau lukai
kini pencintamu paling setia
sehingga ke akhir hayat.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on November 28, 2011, in Uncategorized, Water, Environment and Human. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: