NYANG SA’I, TERTUA DIKAMPONGNYA


Nyang Sa'i (105 tahun)

Tubuhnya yang terbungkuk dan jalannya yang tertatih-tatih, tidak menjadikan semangat hidupnya kendor. Raut wajahnya bersih berseri-seri. Suaranya tidak serak dan parau. Pendengarannya masih bagus. Tatapan matanya tajam. Bola matanya bersinar-sinar. Ingatannya pun masih segar. Ketika ditanya, Kakek berusia 105 tahun ini mengaku bernama Sa’i.

 Di kampong kelahirannya di Desa Sungai Buluh Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga ini, lelaki lanjut usia itu disapa Nyang Sa’i.

Sejak lahir hingga usianya mencapai 105 tahun, Nyang Sa’i menetap dan hidup bersama anak, menantu, cucu dan cicitnya di Desa yang berpenduduk 1000 jiwa atau 400 KK itu. Istrinya telah duluan dipanggil Allah swt dan berada di alam kubur.

Sekarang, Nyang Sa’i tercatat sebagai manusia tertua usianya di Desa berpredikat Desa terbaik tingkat Provinsi Kepulauan Riau tahun 2011. Hidupnya sudah berusia dua abad lebih lima tahun. Sebuah waktu yang terhitung panjang untuk ukuran manusia modern yang hidup penuh dengan mengkonsumsi berbagai bahan kimia dan zat-zat pengawet makanan.

Dalam keramah tamahannya, Nyang Sa’I menceritakan asal usul dibukanya daerah ini sebagai tempat pemukiman.

“Sekitar enam generasi atau sebelum Belanda menjajah, tempat ini sudah ada, Pada awalnya, hanya dihuni oleh pendatang dari Bangka (Sumatera Selatan). Kemudian datanglah perantau dari Suku Batak marga Batubara. Aayah dan nenek moyang Saye berasal dari suku Batak marga Batubara dan Bangka”, ungkap Nyang Sa’i.

Seiring perjalanan waktu, hadir pendatang dari suku Bugis, suku Laut, suku Jawa, Minang dan lain-lainnya. Meskipun demikian, budaya yang paling dominan di Desa Sungai Buluh ini adalah Budaya Melayu. Agama yang dipeluk Nyang Sai dan mayoritas penduduk Desa Sungai Buluh ini adalah agama Islam. Nyang Sai hidup ditengah komunitas penduduk dengan mata pencaharian sebagai buruh lepas, petani dan nelayan dan sebagian kecilnya lagi bekerja sebagai PNS dan swasta.

“Nyang Sai dikenal sangat taat beribadah. Setiap waktu Sholat tiba, Nyang tidak pernah absen menunaikan Sholat berjamaah di Mesjid yang berada di samping rumahnya yang hanya berjarak sekitar 10 meter saja. Demikian pula pada bulan suci Ramadhan, Nyang  tidak pernah absen menunaikan Ibadah Puasa dan Sholat Tarawih. Tak ada satu rakaatpun sampai tertinggal atau walaupun tubuhnya bungkuk ditimpa usia.  Nyang juga sering membaca Al – Quran di Mesjid maupun dirumahnya”, papar Azam, Kepala Desa Sungai Buluh.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on November 18, 2011, in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: