Batam Terancam Krisis Air


Persiapkan Sumber Air Sedini Mungkin

Sumber : Haluan Kepri, Jumat, 28 October 2011 00:00

Pengerjaan proyek Dam Tembesi yang dibangun BP Batam. CECEP/HALUAN KEPRI

…..

BATAM-Sebagai kota industri dan metropolitan yang diproyeksikan menjadi daerah tujuan investasi asing di Indonesia, Batam harus mampu menyediakan berbagai kebutuhan vital, seperti air, listrik, jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, sarana transportasi dan lainnya. Memasuki 40 tahun Batam dikembangkan Otorita Batam yang sejak tiga tahun lalu berubah menjadi Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), semua kebutuhan vital itu telah tertangani dengan baik.

Khusus dalam keterdiaan air bersih, baik untuk konsumsi rumah tangga dan penunjang kegiatan industri, perkapalan, perhotelan serta kegiatan bisnis lainnya, Batam mengandalkan waduk atau dam sebagai sumber air bersih. Hingga kini ada tujuh dam yang telah dibangun oleh BP Batam; yakni Dam Sei Harapan Sekupang, Dam Baloi, Dam Nongsa, Dam Sei Ladi, Dam Mukakuning, Dam Duriangkang dan Rempang.

Tujuh dam atau waduk tersebut memiliki kemampuan volume tampung air sebesar 109.696.400 meter kubik dengan kapasitas produksi Instalasi Pengelolaan Air (IPA) sebesar 2.835 liter per detik. Hasil penelitian dari lembaga yang tunjuk oleh BP Batam, tujuh dam beserta IPA yang terpasang saat ini, hanya sanggup untuk melayani Batam dengan populasi penduduk sekitar 1 juta jiwa termasuk dengan mempertimbangkan pertumbuhan investasi.

Dengan tingkat pertumbuhan penduduk sekitar 9 persen, maka tahun 2014 di Batam harus dibangun dam dan IPA yang baru agar kebutuhan air bersih tetap bisa terpenuhi. Hasil penelitian Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB) tahun 2000, dengan volume tampung tujuh dam sebesar 109.696.400 meter kubik dan kapasitas produksi IPA 3.835 liter per detik, Batam akan krisis air di tahun 2014.

Dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang ada, maka tahun 2014 Batam kebutuhan air bersih Batam diproyeksikan 3.450 liter per detik. Sehubungan dengan itu maka tahun 2006 lalu BP Batam telah merancang pembangunan dam baru di Tembesi yang dinamakan dengan Dam Tembesi. Tahun 2009 Dam Tembesi sudah mulai dibangun dan kini masih dalam tahap pengerjaan.

Ditargetkan tahun 2013 nanti Dam Tembesi yang memiliki kapasitas produksi 600 liter perdetik telah bisa berproduksi dan terkoneksi dengan jaringan pipa air bersih yang telah ada. Dengan beroperasinya Dam Tembesi nantinya, maka kemampuan produksi delapan dam di Batam 3.435 liter perdetik. Jika dibandingkan dengan Singapura, semua dam yang dimiliki negara singa itu mampu memproduksi air bersih sekitar 15.000 liter per detik.

Kapasitas air 600 liter per detik mampu menyuplai kebutuhan air untuk jangka dua tahun, karena kebutuhan air meningkat 300 liter per detik setiap tahun. Suplai ini lumayan guna menambah kapasitas produksi air yang saat ini 2.835 liter per detik yang dihasilkan IPA ATB yang ada sekarang.

Dam Tembesi merupakan dam terakhir yang akan dibangun oleh BP Batam, mengingat keterbatasan lahan dan penyesuasian dengan kebutuhan lahan bagi kebutuhan investasi. Karena setiap dam juga membutuhkan daerah resapan air yang cukup luas, berupa hutan lindung, hutan wisata atau hutan jenis lainnya. Produksi air bersih sebesar 3.435 liter per detik diproyeksikan masih bisa untuk melayani kebutuhan Batam hingga tahun 2016.

Bagaimana setelah itu? BP Batam harus mencarikan jalan keluar dengan berbagai alternatif. Bisa dengan penggarap potensi air dari Pulau Lingga, Kabupaten Lingga atau dari Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pilihan lainnya juga bisa dengan penyulingan air laut atau pun memproduksi ulang air limbah dan lain sebagainya. Pilihan-pilihan itu nantinya perlu diteliti lebih mendalam oleh lembaga kajian dengan mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi.

Selain membangun Dam Tembesi, BP Batam juga merencanakan pengelolaan air limbah sistem SEWAGE. Pengelolaan air seperti ini ditahap awal akan memanfaatkan air limbah  yang bersumber dari limbah rumah tangga. Limbah cair ini akan ditampung dalam sebuah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Untuk Tahap I, proyek ini rencananya akan diberlakukan di wilayah Batam Centre dan Batuampar. Air limbah hasil olahan dengan sistem SEWAGE ini aman untuk dibuang bebas ke parit atau bahkan bisa diproduksi menjadi air minum. Di Singapura sistem ini memang telah berjalan. Bahkan 10 persen kebutuhan air bersih Singapura baik untuk domestik dan industri bersumber dari air hasil olahan sistem ini. Kualitas air yang dihasikan melalui teknologi ini sehat dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat.

“Kebutuhan air di Batam sangat mendesak, karena itu kita membendung air laut untuk dijadikan air tawar (desalinasi) agar Batam tidak kekurangan air. Tetapi kondisi ini tidak akan lama. Karena pertumbuhan penduduk yang disertai pertumbuhan pemakain air sangat tinggi. Sekarang kita sedang pikirkan cara untuk mendapatkan air tambahan untuk memenuhi kebutuhan setelah tahun 2014 mendatang. Termasuk mencari sumber air dari luar Pulau Batam,” kata Direktur Perencanaan Teknik BP Batam, Istono.

Putu Witular, Kasubdit Pengelolaan Air BP Batam menyebutkan sesuai master plan, produksi air 4.450 liter per detik yang nantinya tersedia di Batam mampu memenuhi kebutuhan 1,7 juta hingga 2 juta penduduk, termasuk industri. Namun, jika terjadi ledakan pertumbuhan penduduk, maka perlu dipersiapkan sumber air lebih dini lagi.

Caranya yaitu dengan mengolah kembali air limbah, di mana biasanya 70 persen air terbuang kembali, karena itu air limbah ini harus diolah menjadi air untuk mencukupi kebutuhan Batam. Hal ini sudah berjalan, meskipun belum terlalu besar jumlahnya di Batam.

Di samping itu, alternatif lainnya yaitu dengan mengambil air baku dari laut menggunakan proses desalinasi. Cara ini sangat besar biayanya, karena membutuhkan biaya US$ 1 per meter kubik. Pilihan lainnya, yaitu dengan mencari alternatif sumber air dari daerah lain di luar Batam.

“Saat ini, yang paling efektif itu adalah dengan mengkampanyekan hemat air. Saat ini, rata-rata kebutuhan air 200 liter per orang dalam sehari. Perlu digalakkan hemat air perorang 140-150 liter per hari. Ini penting, demi ketersediaan air di masa mendatang,” ujar Putu. (adv/erz/pti)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Oktober 30, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: