SAHABAT AIR INDONESIA


 Hai teman-teman kami di Sekolah Dasar Grundschule am Planetarium, Berlin Jerman.

Salam kenal ya,.. Apa kabar semuanya ? Semoga teman-teman dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Kami adalah murid kelas 1 – 3 SDN 004 Tanjungpinang Indonesia. Kami akan berbagi cerita dengan kalian disana.

M. Rizal Kherjuli, murid kelas 3 SDN OO4 Tanjungpinang, INDONESIA

Teman-teman,.. Kenalkan, nama Ku M. Rizal Kherjuli. Aku murid kelas 3 SDN 004. Senang sekali dapat menjalin persahabatan dengan kalian dan Ibu bapak guru disana. Walaupun kita dipisahkan oleh lautan dan benua yang luas, tetapi kita masih dapat bertemu dalam satu kesempatan yang berbahagia ini.

 Melalui jalinan persahabatan dan lewat jaringan internet ini, Kami akan menyampaikan beberapa kegiatan yang diberi tajuk, SAHABAT AIR INDONESIA.

 Sahabat Air Indonesia adalah sahabat kita semua yang peduli terhadap air dan lingkungan. Kami dari Indonesia dan Kalian dari Jerman. Kami merupakan sahabat kalian dari Indonesia. Begitu juga sebaliknya. Kalian sahabat Kami dari Jerman. Kita sama-sama peduli terhadap air dan lingkungan. Itulah yang kami maksudkan dengan sahabat air Indonesia.

Murid-murid kelas 3 SDN OO4 Tanjungpinang, Indonesia. Membuang Sampah pada Tempatnya

Teman-teman,..

Ibu dan Bapak guru kami selalu mengajarkan untuk peduli terhadap air dan lingkungan. Menjaga kebersihan diri, lingkungan sekolah dan tempat bermain.

 Menjaga kebersihan diri seperti rajin menggosok gigi, merawat kuku, memotong rambut, membersihkan diri dengan air setelah pipis maupun berak, berpakaian yang bersih dan rapi.

 Menjaga kebersihan lingkungan sekolah, seperti membuang sampah pada tempatnya, membersihkan ruangan kelas, papan tulis, meja dan kursi, selokan, membersihkan toilet dan menyiram bunga. Kegiatan itu kami lakukan rutin setiap hari, atau dilakukan disela-sela kegiatan gotong-royong yang dilaksanakan sebulan sekali.

 Menjaga kebersihan tempat bermain, seperti membersihan halaman kelas, perkarangan sekolah dan lapangan upacara yang kerapkali kami jadikan tempat bermain di saat jam istirahat, atau sembari menunggu jam masuk kelas tiba.

Kami juga diajarkan bagaimana mengelola sampah, yaitu dengan penerapan sistem 3R atau reuse, reduce, dan recycle dan mengolah sampah menjadi kompos

Walaupun kami belum mengerti banyak tentang 3R itu, tetapi simaklah dan minta agar Ibu/Bapak Guru atau orang tua kalian menjelaskannya.

Seperti penjelasan guru kami bahwa Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang baru yang bermanfaat.

Murid-murid Kelas 1 dan 2 SD pada acara Kenduri Air

Reduce yakni bagaimana kita bisa berperilaku tidak membuang banyak sampah di kehidupan sehari-hari seperti memasak, makan, membeli barang kemasan, dan lain-lain. Reuse bagaimana kita menggunakannya kembali semaksimal mungkin. Recycle bagaimana mendaur ulang sampah tersebut berkreatifitas membuat sesuatu yang bisa digunakan lagi seperti kerajinan tangan yang menarik.

Teman-teman,..

M. Rizal Kherjuli, Murid Kelas 3 SDN 004 Tanjungpinang, Indonesia

Setiap datang HARI AIR DUNIA (World Water Day), Aku selalu diajak Papah turun kejalan memberikan air botol mineral secara gratis. Papah Ku seorang Aktivis yang sangat peduli terhadap Air dan lingkungan. Sampai-sampai, di akun twitter dan facebook-nya, tak ada kalimat lain yang Ia tulis selain air dan lingkungan.

 Selain membagikan air gratis, aku juga diajak Papah hadir pada KENDURI AIR. Mau tahu, apa itu kenduri air ? Kata Papah ku, Kenduri Air adalah wujud rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan air untuk kehidupan makhluk, termasuk manusia. Rasa syukur itu diwujudkan dalam bentuk doa bersama memohon kepada Tuhan agar senantiasa diberikan rahmat Air untuk kehidupan kita. Bukankah kita semua tahu bahwa Tuhan lah yang menciptakan air, hujan dan lautan yang ada di dunia ini ?

Moddy dan Galang, murid kelas 3 SDN 004 pada Hari Air Dunia

Kata Papah lagi, Kenduri air merupakan Kearifan Budaya Lokal dalam masyarakat Melayu Kepulauan Riau dalam menata dan mengelola air.

 Teman-teman,..

Kata Papah, kami harus selalu bersyukur karena telah diberikan kelebihan sehingga kami dapat mengakses air bersih dalam jumlah yang cukup dan mutu yang baik. Kami mendapatkannya dengan mudah dan murah. Berbeda dengan teman-teman kami yang hidup di pesisir pantai di pedesaan. Mereka tidak seberuntung seperti kita. Mereka harus berjalan ratusan meter untuk mendapatkan air bersih dan sanitasi yang layak. Kasihan ya dengan teman-teman itu. Lihatlah photo-photo dibawah ini :

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Oktober 17, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: