PDAM Seperti Bakecot


Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Tanjungpinang masih berjalan lambat. PDAM Tirta Kerpi selaku operator, tak ubah seperti Bakecot yang tak mampu berjalan laju dibanding Bakecot (PDAM) lain, akibat beban berat yang harus dipikulnya.

Bahkan, tanpa disadari, berulang kali Bakecot tersebut buang-buang air dalam perjalanannya, dalam upaya mendapatkan pertolongan. Sungguh tragis nasipnya. Padahal apa yang dilakukannya sangat mulia disisi Tuhan dan kemanusian. Bahkan, bila nyaris langkahnya terhenti, dapat dipastikan menimbulkan keresahan dan kesulitan. Betapa tidak, karena air adalah sumber kehidupan.

Saya sangat prihatin dengan nasib PDAM Tirta Kepri. Banyak yang masih belum terjawab seperti kesulitan keuangan yang dapat mengancam gaji 114 karyawannya, cakupan pelayanannya yang rendah, pengajuan penyesuaian tariff air, subsidi, penyertaan modal ke Pemprov Kepri dan proposal pemasangan pipa kepada Pemko Tanjungpinang. Jangankan realisasinya, jawabannya saja masih sangat jauh. Seperti pribahasa mengatakan, jauh panggang dari api. Kalau untuk PDAM, mungkin lebih tepat dengan istilah, jauh pipa dari air.

Menurut Saya, hal itu disebabkan karena konsep Pengembangan SPAM belum dilaksanakan secara utuh.

Pemprov Kepri masih terfokus kepada rencana pisik (Tehnik) saja yang meliputi pembangunan sarana dan prasarana SPAM, seperti peningkatan daya tampung air baku di Sei Pulai, peningkatan ketersediaan air baku di Sei Gesek dan pipanisasi. Sedangkan rencana Non Pisik (Non Tehnis) SPAM seperti hukum, kelembagaan, manajemen, keuangan dan pemberdayaan masyarakat, belum banyak yang disentuh. Seyognya, antara pisik dan non pisik mesti dilaksanakan seiring, supaya utuh demi percepatan penyediaan air minum bagi penduduk perkotaan. Karena Pengembangan SPAM merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

ALIM  berharap ada sinergisitas antara Pemprov Kepri, Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan dalam pengelolaan SPAM di Pulau Bintan ini. Karena berdasarkan PP 16/2005 tentang Pengembangan SPAM, tanggung jawab itu ada pada Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Sekarang tinggal bagaimana implementasinya saja lagi.

Sebagai solusi, sebenarnya dapat diwujudkan dengan kerjasama antar Pemprov Kepri, Pemkot Tanjungpinang dan Pemkab Bintan. Payung hukumnya kan sudah ada, yaitu PP No. 50/2007 tentang kerjasama antar daerah menyangkut pelayanan publik. Perlu MoU kerjasama antar ketiga daerah itu.

Kerjasama dalam bidang pelayanan publik itu tentu dengan prinsip saling menguntungkan. Keuntungan dari kerjassama itu jangan hanya dilihat dari keuntungan yang berupa uang dan asset saja, tetapi juga keuntungan non materil yang bisa berbentuk terpenuhinya tanggung jawab pemerintah/pemerintah daerah dalam rangka memberikan pelayanan public kepada masyarakatnya di daerah. Kemudian keuntungan lain dalam rangka mendorong peningkatan kunjungan wisata, investasi dan property. Karena, kalau masih kesulitan air, disamping tidak terpenuhinya hak dasar warga, juga dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi, karena banyak sector yang terkait dengan air bersih/minum terhambat pertumbuhannya.

ALIM berharap, agar anggota Badan Pengawas PDAM Tirta Kepri yang ditunjuk Pemkot Tanjungpinang dan Pemkab Bintan, dapat memberikan masukan kepada Walikota/Bupati dan DPRD masing-masing terkait sinergisitas pengelolaan SPAM.

Kami bukan mengkritik dan menyalahkan siapa-siapa, tetapi lebih ingin membantu mencarikan solusinya. Karena Saya yakin kita semua masih berharap dan cinta terhadap PDAM.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Oktober 3, 2011, in Uncategorized, Water, Environment and Human and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. hay om.. apa kabarnya nihhh
    ruru is back,, wkwkwkwkwk..
    btw, iya nih emng pada lagi kekeringaaannnn….

  2. Iya tu,.. kemana aja si cantik ? Selamat was back again. Ditunggu tulisan terbarunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: