NYANYIAN TERATAI


Teratai Bernyanyi. Photo : Kherjuli

Oleh : Kherjuli

Andaikan kalian dapat mendengar nyanyian kami, tentu hati kalian akan tersentuh. Betapa tidak, akar kami yang tenggelam, daun merapung tetapi bunga kami tetap merawang di udara, harum semerbak mewangi. Kami rela kalian petik dan bawa pergi. Lalu cium dan rasakan, bau kami kian menusuk hati. Sebab, harumnya tak lagi terusik bau kubangan kotoran manusia dan hewan.

Mau mendengarkan nyanyian kami ? Tentu ada syaratnya. Tak ubah sebuah syarat ketika Saudara kalian ingin menjadi mualaf. Ya, hanya satu syarat saja, yaitu mengucapkan dua kalimat sakti yang berbunyi sebagai berikut :

Aku bersaksi bahwa tiada kejahatan kemiskinan yang lebih dasyat selain Korupsi dan Korupsi itu adalah musuh besar Agama Ku”.

Bila kalian sudah tahu itu, ucapkanlah dengan setulus hati. Tiada paksaan dan tiada pula gurauan. Jangan kalian pikir kalimat sakti itu sama dengan sederetan kata-kata yang kalian ucapkan dulu dalam sumpah jabatan. Ya, dengan jabatan, kalian akan melawan korupsi, karena memang itulah yang tersurat dan terucap dari mulut pimpinan atau atasan kalian.

Teratai Bernyanyi. Photo : Kherjuli

Sumpah jabatan kalian menggunakan kitab suci dan pengeras suara, bukan ? Llau menyebut nama Tuhan yang disesuaikan dengan agama dan keyakinan. Tidak saja disaksikan para Malaikat, namun disaksikan juga oleh sekelompok Jin, istri, anak, keluarga, kerabat dan handai tolan. Tetapi ketahuilah, pada waktu itu kalian tetap menjadi perhatian Iblis dan Setan. Apakah kalian nantinya akan menjadi pejabat kawannya Setan, atau sebaliknya musuh bagi makhluk terkutuk itu. Mengapa demikian ? Karena Kitab Suci dan Agama bukanlah symbol-simbol yang untuk dipamerkan atau dipermain-mainkan. Ingat itu atau kalian sedang dilupakan oleh bisikan setan ?

Baiklah, bila hati kalian telah mantap, dengarkanlah nyanyian kami ini, Teratai Kubangan.

“Kami juga makhluk Tuhan, sama seperti kalian. Berjenis dan berbeda rupa. Namun kami adalah tumbuh-tumbuhan sedangkan kalian adalah Insan. Makhluk yang ditinggikan derajatnya oleh Tuhan, disaat kalian beriman. Jika tidak, kalian mungkin lebih hina daripada benalu atau Anjing peliharaan kalian. Jadi, kami dan kalian punya kesamaan, bukan ?

 Kami memang tergolong tumbuhan miskin yang selalu hidup dalam kubangan dan serba kekurangan. Bila musim hujan, seluruh anggota tubuh kami terendam namun di musim kering, bau harum bunga kami tertimpa bau busuk kotoran kalian dan hewan. Meskipun demikian, Kami selalu menjadi sebutan dan dekat dihati kalian. Bukan karena keindahan, tetapi karena kami tidak pernah korupsi dan melakukan kejahatan tumbuhan. Silakan tanya Ikan, Katak, Kangkung, Genjer, Lumut dan tumbuhan lainnya, apakah mereka aman mencari makan dan dapat hidup berdampingan ? Tanya, jangan malu-malu !

 Bukan bermaskud untuk mencari nama dan menanamkan bibit kesombongan, tetapi hanya karena kami tak bisa berbohong dan harus selalu mempertahankan kejujuran. Terkadang, jatah kamipun yang tinggal secuil ukuran lumut, kami berikan untuk mereka makan tanpa meminta proyek dan imbalan jabatan, atau menanti kehormatan. Kami ikhlas dan takut melakukan korupsi, karena korupsi adalah Khamar-nya Setan. Atau dengan kata lin, Miras (Minuman keras) Iblis dan Setan. Kalau Setan sudah Mabok, dapat melakukan apa saja yang menjerumuskan manusia kejalan yang maksiat hingga keturunan kesembilan. Dasyat bukan,..?

Walau Kami lebih terkenal dibanding Kangkung dan Genjer, tetapi kami juga lemah dari kekuasaan manusia. Maka, jangan hanya menyebut nama Kami, Teratai, Louts, Teratai,.. tapi peliharalah kami dan manfaatkan kami dengan cara-cara yang halal, tidak korupsi dan serakah.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on September 9, 2011, in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: