RINTIHAN BAKAU


Bakau, Photo Kherjuli

Oleh : Kherjuli

Bila Bakau bisa merintih, mereka akan berucap, “Manusia Kejam. Zuriat (keturunan) kami kalian bunuh. Padahal kami tidak pernah membunuh zuriat kalian. Rumah kami kalian rusak. Padahal kami tidak pernah merusak rumah kalian. Kalian sangat kejam. Kami selalu berada dibawah tekanan keserakahan kalian. Kami tak lagi aman berkembang biak. Anak-anak kami tak lagi bisa bermain dengan badai dan ombak. Datuk Nenek Moyang kami yang dulu bisa hidup ratusan tahun, sekarang hanya tinggal photo-photo yang akan kalian jadikan proyek konservasi. Kami pun tahu bahwa kami diciptakan Tuhan untuk kalian. Sebagian kaki-kaki kami kalian potong untuk dijadikan arang, atau untuk berdiri tegak melindungi kalian dari ancaman abrasi, badai dan ombak. Kami juga tahu kalian adalah makhluk yang berkuasa dan sempurna. Sesempurna itukah kalian, wahai manusia ?”

Hutan bakau, sungguh malang nasib mu kini. Jiwa dan raga mu, punah diterjang Bulldozer. Padahal yang aku tahu, engkau sangat kokoh, tak pernah mati di terkam badai dan ombak ganas. Sungguh, betapa ganasnya manusia yang mengendarai bulldozer itu. Lebih ganas dari badai dan ombak. Tak punya rasa ketumbuhan. Padahal, seganas apapun badai dan ombak, masih juga punya rasa kemanusian. Coba bandingkan jumlah manusia yang mati diterjang badai dan ombak, dengan jumlah bakau yang mati dilindas bulldozer. Coba bandingkan jumlah manusia yang mati karena bakau dengan jumlah bakau yang mati karena manusia. Atau karena sebab lain yang sengaja manusia jadikan alasan, seperti untuk dijadikan arang, atau habitatnya dijadikan tempat pemukiman, ruko, wisata pantai, pelabuhan dan lain-lain. Manusia memang pintar membuat-buat alasan. Tidak sepintar bakau, tak punya lagi alasan untuk siap mati ditangan manusia.

Betapa kejamnya manusia itu, yang tanpa memperdulikan ekosistem dan pertumbuhan hutan bakau, mengekspoitasi bakau untuk kepentingan komersil. Mereka lupa akibatnya. Bukan saja merusak populasi bakau tetapi juga dapat mengancam kehidupan manusia yang lainnya lewat abrasi. Atau lewat banjir yang sulit terkendali.

Menurut Sains, Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.

Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.

Hutan-hutan bakau menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia, terutama di sekeliling khatulistiwa di wilayah tropika dan sedikit di subtropika.

Luas hutan bakau Indonesia antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar, merupakan mangrove yang terluas di dunia. Melebihi Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan Australia (0,97 ha) (Spalding dkk, 1997 dalam Noor dkk, 1999).

Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar Dangkalan Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. Yakni di pantai timur Sumatra, dan pantai barat serta selatan Kalimantan. Di pantai utara Jawa, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan.

Di bagian timur Indonesia, di tepi Dangkalan Sahul, hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya Papua, terutama di sekitar Teluk Bintuni. Mangrove di Papua mencapai luas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan bakau Indonesia.

http://id.wikipedia.org/wiki/Hutan_bakau

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on September 8, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: