SYAIR : HATI MENDUA


Syair “HATI MENDUA” Karya : Kherjuli

Merupakan syair nasehat untuk pasangan suami dan istri agar bisa hidup rukun damai menuju keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah. Semoga syair ini bisa memberikan sedikit pembelajaran kepada pasangan suami dan istri untuk senantiasa menjaga hati dari sikap hati yang mendua. Amin. Betapa buruknya hati mendua itu. Ia bisa menimbulkan kegelisahan hati dan kegelisahan hati  adalah pangkal dari kehancuran hubungan dalam rumah tangga.


SYAIR :  HATI MENDUA

Karya : Kherjuli

Tuan dan Puan, Suami dan Istri
Tolong dengarkan suara hati
Jangan abaikan jangan khianati
Kalam Illahi Robbul Idzati

Bibir berucap akal mengerti
Lafas Syahadat di lubuk hati
Hendak bersaksi pada Illlahi
Saling setia suami dan istri

Jangan biarkan hati mendua
Karena mulut manis berbisa
Karena akal butakan jiwa
Karena dunia yang tipu daya

Karena lidah tak lagi jujur
Karena jiwa tak lagi bersyukur
Karena mata tak mau tidur
Karena syahwat susah diatur

Bila gelisah merasuk dada
Itu petanda hati mendua
Kasih setia diambang noda
Harta berlimpah tiada kara

Hidup dirasuk penuh prasangka
Saling menuduh hilang percaya
Bercerai kasih berpisah raga
Anak menangis Iblis tertawa

Wahai suami dan juga istri
Pandailah diri tempatkan hati
Curahkan hati pada Illahi
Baca Al Qur’an tenangkan hati

Janganlah lari dari masalah
Mencari kawan yang juga salah
Mendekatkan diri pada yang zinah
Hati mendua punahlah sudah

Banyak Syahadat didalam hati
Banyak Tahajud Banyak mengaji
Cari yang alim bertanya diri
Keluarga Sakinah suami dan istri

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Agustus 7, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: