Penyesuaian Tarif Air PDAM Tak Perlu Perda


Sumber : Tanjungpinang pos (3/8)

Masyarakat Perlu Kenyataan

Photo : Kherjuli

TANJUNGPINANG – Sehubungan dengan terancam bangkrutnnya PDAM Tirta Kepri, aktivis Lembaga Air Lingkungan dan Manusia (Alim), Kherjuli, mengatakan perlu segera dilakukan penyesuaian harga tarif air. Melalui penyesuaian tarif air itu diharapkan perusahaan pelat merah ini, mampu menutupi biaya operasionalnya.

Namun, sebelum dilakukan penyesuaian tarif PDAM sebaiknya menyampaikan laporan keuangannya kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat bisa mengetahui dengan jelas kondisi perusahaan itu dan hal tersebut sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku.

“Harusnya PDAM Tirta Kepri menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit kepada publik. Laporan Keuangan yang terdiri dari neraca dan rugi laba itu disebarkan secara luas melalui media massa. Agar publik mengetahui gambaran yang sebenarnya mengenai kondisi keuangan PDAM. Ketentuan itu tertuang di dalam PP Nomor 16 tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Permendagri No 2 tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian PDAM,” kata Kherjuli kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Menurut Kherjuli, kondisi keuangan PDAM seperti yang disampaikan anggota DPRD Kepri di media ini sebelumnya baru sebatas kuantitatif saja dan masih sangat umum. Kondisi lainnya masih belum tampak atau jelas.

“Kalau hanya itu, sejak kemaren juga kondisi keuangan PDAM Tirta Kepri sudah berada pada posisi yang sulit berkembang alias sekarat. Jadi bukan hal yang baru,’’ ujar Kherjuli.

Ditambahkannya, gambaran menyeluruh kondisi Keuangan PDAM secara kualitatif sangat diperlukan. Terutama untuk mengukur besaran tarif air dan konsekuensi subsidi yang harus ditanggung Pemda. Untuk menutupi biaya dasar PDAM, jika tarif yang dirancang ternyata masih berada di bawah biaya dasar. Hal tersebut harus dikonsultasikan dulu kepada publik. Kemudian dasar hukum penetapan tarif air itu, imbuhnya, cukup melalui Keputusan Kepala Daerah. Dalam hal ini Gubernur Kepri selaku pemilik PDAM Tirta Kepri.

‘’Jadi tidak benar kalau harus melalui Perda (kenaikan tarif PDAM, red). Sesuai PP No. 16/2005 dinyatakan Tarif Air PDAM disahkan oleh kepala daerah atas usul Dewan Pengawas. Jadi tidak diperlukan rekomendasi DPRD apalagi dalam bentuk Perda,’’ tegas Kherjuli.

Masyarakat Tak Butuh Retorika
Menanggapi pertanyaan tentang wacana yang disampaikan anggota DPRD Tanjungpinang, agar PDAM diswastakan, Kherjuli, menjawab bahwa wacana itu sudah basi dan terkesan sebatas ekspresi ungkapan frustasi. Kalau tidak frustasi, wacana itu dinilainya sebagai pandangan politis untuk melemparkan persoalan benang kusut PDAM kepada pihak swasta.

‘’Sebenarnya masyarakat tak mau ambil pusing mau dikelola siapa, apakah perorangan, BUMN, BUMD, koperasi atau swasta, yang penting K3 (kuantitas, kualitas, kontiniutas) dan harga dapat dijangkau secara nyata. Bukan retorika, bukan rekayasa, bukan hanya sebatas janji dan wacana,’’ tukas Kherjuli.

Sedangkan terkait pernyataan agar pengelolaan PDAM diserahkan saja kepada Pemko Tanjungpinang, Kherjuli, menjawab itu hanya sebuah pernyataan ambisius yang kurang berdasar. Karena Pemko sendiri tidak memiliki air baku dan sumber air baku itu terletak di perbatasan. Sehingga yang diperlukan sekarang, adalah keterpaduan antar semua kepentingan (Pemko, Pemprov dan Pemkab).

‘’Tak tahulah jika mereka berpikir yang akan digunakan sebagai air baku itu nantinya adalah melalui system RO (Reverse Osmosis) atau penyulingan air laut menjadi air tawar. Atau mungkin Pemko akan membangun sendiri DAM Dompak dan mereka yakin harga bisa lebih murah. Seberapa besar sih kemampuan keuangan Pemko Tanjungpinang itu?’’ terang Kherjuli.(git)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Agustus 3, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: