Dinkes Diminta Pantau Kualitas Air


PEDULI : Berulangkali Kherjuli turun ke jalan mengkampanyekan kepedulian terhadap air dan lingkungan hidup.

TANJUNGPINANG Ketua Lembaga Air Lingkungan dan Manusia (ALIM) Kepri, Kherjuli mengimbau seluruh masyarakat dan semua pengambil kebijakan agar meningkatkan kepedulian terhadap air dan lingkungan hidup. Tujuannya, agar kejadian luar biasa kasus muntaber yang pernah terjadi Tanjungpinang, tidak terulang kembali.

Menurut Kherjuli, imbauan itu sudah berulangkali disampaikannya melalui berbagai media yang ada dan ditujukan khususnya kepada pemerintah daerah selaku pengambil kebijakan. Hal tersebut dilakukan, karena sudah menjadi komitmen ALIM sebagai lembaga yang konsen terhadap air dan lingkungan hidup di Kepri.

‘’ALIM akan meminta dan mempelajari data dari Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang terkait jumlah korban, usia dan daerah domisili korban, termasuk korban yang meninggal dunia. Kita akan pelajari pola konsumsi air dan kondisi lingkungan tempat tinggal mereka,’’ kata Kherjuli kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Ditambahkannya, bahwa apa yang telah disampaikan oleh Kadis Kesehatan Kota Tanjungpinang di koran ini, kemarin, sangat menghenyak hatinya. Sebab, bakteri E-coli sudah memakan korban jiwa. Walaupun hanya satu orang tetapi sangat disesalkan sekali. Itu akan menambah jumlah korban akibat buruknya kualitas air yang berakhir kematian yang disebabkan oleh bakteri E-coli di dunia.

Itu sebabnya, setiap tanggal 22 Maret yang bertepatan dengan Hari Air Dunia, ALIM sampai turun ke jalan. Untuk mengingatkan semua pihak akan bahaya air yang tercemar. Kemudian, perlunya upaya percepatan penyediaan air minum bagi kehidupan yang sehat dan produktif. Mudahan-mudahan KLB kasus muntaber yang terjadi pada bulan April dan Mei 2011 kemarin tidak terulang lagi.

Pengembang perumahan di Kota Tanjungpinang, imbunya, ke depan diminta dapat membangun septic tank komunal untuk mengurangi pencemaran tanah dan air. Memang itu mahal karena memerlukan lahan yang cukup. Namun di satu sisi membangun juga harus ramah lingkungan. Harus ada instalasi pengolahan limbah terpadu.

‘’Dengan sistem semacam itu, limbah rumah tangga disalurkan ke instalasi pengolahan limbah melalui pipa-pipa. Kotoran manusia dan air bekas cucian dan semua limbah cair kecuali air hujan, masuk ke instalasi tersebut. Limbah rumah tangga mengandung berbagai pencemar termasuk bakteri pathogen dan E-coli yang sangat berbahaya itu,’’ ujarnya.

PDAM Tirta Kepri sudah saatnya menambah sambungan baru dan meningkatkan cakupan pelayanannya. Tahun 2009 waduk Sei Pulai daya tampungnya sudah ditingkatkan dan diperkirakan mampu menampung 80.000 m3 air hujan atau setara dengan 4.000 sambungan.

‘’Mengenai sarana dan prasarana pendukungnya, ajukan saja ke Pemprov Kepri. Okey, waduk sungai, Dam Dompak, dan Galang Batang perlu juga untuk jangka menengah dan jangka panjang. Tetapi jangka pendeknya juga harus bisa menyentuh masyarakat yang mau berlangganan PDAM,’’ jelasnya.

Ditegaskannya, Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang diminta melakukan pemantauan kualitas air secara periodik terhadap usaha air mobil tangki dan depot air minum isi ulang.(git)

Sumber : Tanjungpinang, (21/7)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Juli 21, 2011, in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: