Menjawab Carut Marut Kebijakan Sumber Daya Air


Kherjuli, Ketua Lembaga Air Lingkungan dan Manusia (ALIM) KEPRI.

“…Lembaga ALIM sudah menyampaikan perlunya waduk sei pulai itu ditetapkan sebagai pilot project dari program kemitraan penyelamatan air. Kebetulan pada waktu itu telah dicanangkannya Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamtan Air (GN-KPA) oleh Pemerintah Pusat. Saya bertemu langsung dengan Gubernur Kepri, Bupati Bintan dan Walikota Tanjungpinang pada waktu..” (Kherjuli, Ketua Lembaga ALIM)

 

Pendaftaran calon anggota Dewan Sumber Daya Air Daerah (DSDA-D) Provinsi Kepulauan Riau yang dibuka secara luas melalui media cetak local dan Radio, telah ditutup pada tanggal 15 Juli 2011 lalu. Lembaga Air, Lingkungan dan Manusia (ALIM) yang mewakili organisasi/asosiasi konsevasi sumber daya air dan organisasi/asosiasi pendayagunaan kerusakan sumber daya air, tercatat sebagai pendaftar dengan nomor  urut 2 (dua). Setelah semua kelengkapan dan persyaratan yang diminta panitia pemilihan dipenuhi, sekarang tinggal menunggu tahap berikutnya yaitu verifikasi, pengumuman penetapan dan pengukuhan.

 Berikut sekilas cerita tentang Pembentukan Dewan Sumber Daya Air oleh Lembaga ALIM. Lembaga ALIM sejak beberapa tahun yang lalu tidak henti-hentinya selalu menyuarakan perlunya segera dibentuk dewan Sumber Daya Air Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Dalam berbagai kesempatan dengan Pemerintah Daerah, swasta dan masyarakat. Baik melalui dialog, diskusi, musrenbang, maupun dengan cara pembentukan opini melalui media massa (Koran, radio, media internet dan jejaring sosial).

 Hal tersebut dilaksanakan untuk menjawab tantangan bahwa selama ini yang ditemukan adalah kurang sinergis antar sector dan para pemilik kepentingan yang terkait dengan sumber daya air. Selain itu kerap kali timbul tumpang tindih kebijakan dan saling tuding serta saling melempar tanggung jawab dan masalah oleh pihak-pihak terkait. Tak jarang carut marut pun terjadi. Seperti contoh dalam menyikapi hidrologis kritis waduk sei Pulai tahun 2008-2010 yang lalu.

 Waduk Sei Pulai yang berada di lintas Kabupaten Bintan dan Pemko Tanjungpinang itu memang menjadi kewenangan Provinsi Kepuluan Riau. Baik kewenangan pendayagunaannya, konsevasi maupun penanggulangan kerusakan sumber daya air yang ada di waduk tersebut. Waduk yang memiliki luas genangan kurang lebih 43 hektar dan kedalaman sampai dengan 12 meter serta debit air sebesar lebih kurang 400-500 liter per detik itu, pada waktu itu telah mengalami penurun debit air yang cukup signifikan. Akibatnya, PDAM Tirta Kepri sebagai pengelola air waduk sei pulai untuk kebutuhan air minum warga Tanjungpinang terpaksa menurunkan kapasitas produksinya dari semula sekitar 230 l/dtk menjadi sekitar 150-170 l/dtk saja. Sejumlah pompa intake PDAM bahkan sempat menggantung dan tak mampu menyedot air untuk diolah.  Akibatnya, pendistribusian air ke pelanggan mengalami penurunan. Syukurlah Pemerintah Provinsi Kepri lalu mengambil langkah membangun jembatan intake agar PDAM bisa beroperasi. Meskipun demikian, tetap saja terjadi penurunan kapasitas sproduksi akibat volume air berkurang di musim kering itu.

 Pada saat itulah, bukan cuaca saja yang panas akibat kecilnya intensitas curah hujan, tetapi perbincangan tentang kondisi waduk sei pulai pun ikut memanas. Betapa tidak, waduk tersebut  merupakan satu-satunya sumber air baku untuk air minum bagi warga kota Tanjungpinang. Carut-marut pun semakin terus berkembang hingga muncul rencana mengupayakan hujan buatan.

 Begitulah, nyaris setiap hari di media cetak lokal ada pemberitaan tentang itu. Wargapun ada yang merasa ketakutan dan seram melihat kondisi waduk sei pulai saat itu. Tak ayal, saling tuding dan melempar tanggungjawab pun terjadi. Ada yang menyalahkan lemahnya tanggungjawab Pemerintah Daerah dan ada pula yang menyalahkan karena rendahnya peran serta masyarakat dan swasta. Perkebunan Kelapa Sawit dan pemangkasan bukit di Bandara Raja Ali Haji Fisabilillah menjadi sasaran perdebatan. Dituding sebagai penyebab mengeringnya air di waduk sei pulai. Adanya pemukiman penduduk di kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung oleh Menteri Kehutanan itu juga mendapat sorotan tajam dari banyak pihak.

 Padahal, sejak tahun 2005, Lembaga ALIM sudah menyampaikan perlunya waduk sei pulai itu ditetapkan sebagai pilot project dari program kemitraan penyelamatan air. Kebetulan pada waktu itu telah dicanangkannya Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamtan Air (GN-KPA) oleh Pemerintah Pusat. Saya bertemu langsung dengan Gubernur Kepri, Bupati Bintan dan Walikota Tanjungpinang pada waktu. Pada pertemuan itu saya sampaikan keinginan kami membuat Baliho Raksasa di Waduk Sei Pulai sebagai salah satu bentuk implementasi program kemitraan dan sekaligus merupakan sosialisasi program. Disampaing itu Saya sampaikan pula perlunya dibentuk segera Dewan Sumber Daya Air Daerah Provinsi Kepri. Ketiga Kepala Daerah itu menyambut positif dan akan dibicarakan bersama demi mewujudkan keterpaduan berbagai kepentingan. Karena pada prinsipnya Sumber Daya Air harus dikelola secara terpadu dari hulu hingga hilir.

 Jadi, bukan untuk mengklaim Lembaga ALIM terlibat pada proses awal pembentukan Dewan Sumber Daya Air Daerah Provinsi Kepri, tetapi sejarah jualah yang berkata demikian. Bukan rekayasa atau mengada-ada. Tetapi itu tidak terlalu pentinglah. Yang paling penting , Dewan Sumber Daya Air DaerahProvinsi Kepri sebentar lagi akan lahir ditengah-tengah kita. Wallah hu alam, apakah Lembaga ALIM nantinya dilibatkan dalam wadah koordinatif itu atau tidak. Kita tunggu saja dan mohon do’a restu para pembaca.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Juli 19, 2011, in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: