Adipura Bukan Didapat Dengan Cara Berpura-pura


Penilaian Adipura bukan hanya penilaian pisik saja tetapi juga non pisik. Penilaian pisik meliputi pisik kebersihan, keteduhan, kwalitas air, udara dan pengelolaan sampah dilokasi yang menjadi titik-titik pantau antara lain pada jalan protocol, jalan arteri, perumahan, pertokoan, sekolah, puskesmas, rumah sakit, perkantoran, terminal, pasar, pelabuhan, taman kota, sungai, pemukiman pasang surut, TPS dan TPA. Sedangkan penilaian non pisik meliputi Anggaran, Hukum dan Kebijakan Pemerintah Daerah.

Jadi, Adipura baru dapat diraih bila kedua penilaian itu memperoleh nilai yang baik sesuai bobot yang ditentukan oleh Kementerian Lingkungan hidup. Bobot penilaian baik itu berada pada rank nilai 71 – 85. Tanjungpinang sendiri selalu berada pada bobot nilai diatas 73.

Penilaian itu sendiri dilakukan sebanyak dua kali yaitu Pemantauan Satu (P1) sekitar bulan Novemver dan Pemantauan dua (P2) sekitar bulan April. Lalu hasil kedua penilaian itu dilakukan Verifikasi lagi sekitar bulan Mei dan diumumkan pada bulan Juni bertepatan dengan Hari Lingkungan hidup sedunia.

Penilaian dan Verifikasi itu dilakukan oleh Tim yang beranggota dari Perguruan Tinggi, Regional Lingkungan Hidup, LSM dan Kementerian Lingkungan Hidup. Tim bekerja secara objektif, independen dan transparan.

Tahun ini lebih ketat dibanding tahun sebelumnya, karena jumlah Kab/Kota penerima Adipura diperkecil dari sebelumnya berjumlah 140 Kab/Kota katagori kota kecil, sedang, besar dan metro menjadi hanya sekitar 60 saja. Ada penambahan titik-titik pantau yang dilakukan secara acak, penambahan kriteria kwalitas air dan udara.

Yang melakukan penilaian itu juga adalah orang-orang yang berasal dari Pekanbaru, Bali, Jokjakarta, Jakarta dan cuma Saya sendiri yang berasal dari Tanjungpinang. Selama penilaian, tidak boleh didampingi aparat dari Pemerintah Daerah setempat. Selama tiga hari dalam satu kali pemantauan untuk memberikan penilaian, anggota Tim turun ke lapangan dari pagi hingga sore hari, sambil berdiskusi dan sering berdebat untuk memperoleh keakuratan fakta dan data.

Saya dari awal ikut pelatihan Pemantauan Adipura di Medan beberapa waktu lalu hingga akhirnya ditunjuk Pemprov Kepri menjadi salah satu anggota Tim Penilaian Adipura Kota Tanjungpinang berprinsip, biarlah kota kelahiran Ibu Saya, kota dimana Saya dan anak-anak Saya dilhairkan ini tidak mendapatkan Piala Adipura daripada Piala tersebut didapat dengan cara berpura-pura. Tetapi faktanya, Tanjungpinang memang layak mendapatkan itu dengan cara yang tidak berpura-pura. Sudah onjektif.

Salah satu rekan anggota Tim dari daerah luar Tanjungpinang justru sempat kaget kerika memantau TPA (Tempat Pembuang Akhir) sampah di jalan Ganet. “Ini TPA nya ?” tanya dia. Saat itu memang tidak kelihatan tumpukan sampah di TPA karena sudah diloader petugas kebersihan hingga rata dengan tanah. Sistem Pemilahan sampah dan Pengomposan di TPA itu juga mendapat nilai yang tinggi.

Ada dua kunci keberhasilan untuk mendapatkan Adipura itu yang dimiliki Kota Tanjungpinang, yaitu partisipasi masyarakat dan komitment Walikotanya. Ini yang tidak dimiliki Kab/Kota lain.

Meskipun masih terlihat kotor disana-sini, banjir disana sini, itu wajar karena bisa jadi lokasi itu tidak masuk dalam database dan lokasi acak yang menjadi titik-titik pantau. Itulah yang menjadi tugas kita bersama dalam mewujudkan program peduli lingkungan. Adipura saja tidak mampu mengatasi banjir dan tumpukan sampah karena penilaiannya dilakukan pada waktu tertentu. Sedangkan Lingkungan yang sehat dan bersih harus kita wujudkan setiap waktu. Itu tugas kita semua dan bagian dari iman bagi setiap muslim. Dengan kata lain, kebersihan itu bukan bagian dari tugas swasta atau Pemko Tanjungpinang saja tetapi bagian dari iman setiap muslim dan bagian dari kita semua.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Juni 14, 2011, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Mohon saran Anda dan Kritikikannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: