LAHAN MENGANCAM KEHIDUPAN


“Lalu mereka berpikir akan pergi meninggalkan Bumi ini dan tinggal di Planet lain. Walaupun dengan segala kepintarannya manusia telah sampai ke bulan dan terus menjajaki kemungkinan adanya tempat kehidupan baru di planet Mars, namun sampai saat ini, belum ada satupun Ilmuwan yang menjamin manusia bisa hidup di Bulan maupun di planet lain. Alasannya, tidak ditemukannya air sebagai sumber kehidupan”. Kherjuli

Bumi adalah tempat dimana manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan itu hidup. Namun tidak semua tempat atau bagian di bumi ini bisa dijadikan sebagai tempat tinggal manusia untuk menetap, beraktivitas, berkembang biak dan hidup secara wajar dengan lingkungan disekitarnya.

Meskipun manusia telah sampai ke kutup utara yang dikelilingi gunung es dan salju, puncak gunung yang tinggi dan dasar lautan yang dalam, dengan suhu udara yang sangat dingin atau panas dan bahkan pada ruang hampa udara sekalipun, manusia mampu menembusnya dengan berbagai cara dan peralatan yang canggih. Bahkan manusia bisa “terbang” kesana kemari walau tidak memiliki sayap seperti burung dan hewan lainnya.

Tetapi sekali lagi saya katakan bahwa, tidak semua tempat atau bagian di bumi ini bisa dijadikan sebagai tempat tinggal manusia untuk menetap, beraktivitas, berkembang biak dan hidup secara wajar dengan lingkungan disekitarnya. Hanya segelintir manusia saja yang mampu bertahan hidup di kutup, di puncak gunung dan di dasar laut sedangkan sebagian besar populasi manusia lebih memilih hidup di lingkungan yang aman dari bencana dan bersahabat dengan alam disekitarnya.

Fenomena banjir lumpur Lapindo di Sidoarjo merupakan salah satu contoh betapa dibagian bumi itu atau ratusan hektar lahan yang ada disana sudah tidak lagi menjadi tempat hidup yang aman bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Selain itu, ada ribuan hektar lahan di Indonesia kerap menjadi langganan banjir. Ribuan hektar lahan yang dulunya hutan sekarang menjadi gersang, tandus dan terancam kekeringan dan longsor.

Aktivitas yang mengatasnamakan pembangunan dengan berbagai tahapan pembangunan tidak lagi menjadikan hutan sebagai penyangga kehidupan bagi seluruh masyarakat melainkan hanya sebagai penyangga bagi penguasa dan pengusaha di daerah maupun pusat. Jika sebelumnya hutan berfungsi sebagai Penyangga kehidupan sekarang telah berubah menjadi Lahan Mengancam Kehidupan.

Oleh karena itu, tidak pantas bila kita berbuat semena-mena terhadap bumi dan segala isinya ini.  Mengeksploitasi Sumber Daya Alam secara berlebihan, merubah ekosistem, merusak hutan hingga mengakibatkan menurunnya kwalitas lingkungan hidup adalah perbuatan yang patut kita kutuk bersama demi menyelamatkan bumi kita dari ancaman bencana.

Bencana demi bencana yang terus melanda, seharusnya membuat kita sadar bahwa bumi ini sudah semakin tua dan rapuh. Kerapuhan bumi ini disebabkan oleh ulah manusia yang kerapkali melakukan berbagai tindakan yang dapat merusak lingkungan dan mengancam keberlangsungan hidup.

Bencana yang telah terjadi diatas lahan-lahan itu telah merubah hutan penyangga kehidupan menjadi lahan pencabar kehidupan. Mengubah hijau menjadi duka dan trauma yang mendalam. Mempersempit harapan hidup, gelisah dan pasrah pada keadaan. Ada yang bertahan dan ada pula yang mengungsi ketempat lain yang lebih aman. Manusia sudah tidak lagi bersahabat dengan alam. Semoga fenomena itu tidak saja menjadi bahan renungan melainkan manjadi dasar peringatan untuk kita BERHENTI MERUSAK HUTAN dan LAKUKAN PENGHIJAUAN.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Juni 10, 2011, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: