Kenduri Air (Pray For Water) 2011


TANJUNGPINANG(TP)-Lembaga Air Lingkungan dan Manusia (ALIM) Provinsi Kepri yang diketuai Kherjuli, Jumat (29/4) menggelar Kenduri Air di Pondok Pesantren Ceruk Ijuk Kabupaten Bintan. Agenda tahunan yang dilakukan para aktivis air itu bertujuan untuk mengingatkan kembali semua pihak. Bahwa air adalah karunia Tuhan yang memberikan manfaat kesejahteraan bagi semua orang dalam segala bidang.

Agenda Kenduri Air ini tercatat resmi pada even air international Un-Water dengan nama Pray For Water. Hal itu dilakukan sebagai keinginan untuk menjadikan Kenduri Air (Pray For Water) sebagai kearifan lokal masyarakat Kepri dalam menata dan mengelola air sebagai sumber kehidupan dan kesejahteraan. Kegiatan Kenduri Air yang dilaksanakan ALIM dan bertepatan dengan Hari Air Dunia 2011.

Kenduri Air 2010 lalu kita adakan di Sei Pulai Kota Tanjungpinang bersama pejabat teras setempat. Tahun ini kita lakukan di Kabupaten Bintan bersama para santri dan anak yatim piatu. Insyaallah, tegas Kherjuli, tahun depan pihaknya akan mengadakan Kenduri Air di kabupaten kota lainnya di Kepri.

‘’Untuk itu sebagai umat beragama, kita harus bersyukur atas nikmat air yang telah dikaruniai oleh Tuhan YME. Agar kita mendapatkan berkah dariNya dan dijauhi dari segala macam musibah. Maka kita wajib bersyukur, Allah akan menambah nikmat itu bila kita mensyukurinya, tetapi bila kita kufur maka siksa Allah termat pedih,’’ kata Ketua ALIM, Kherjuli kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (29/4).

Menurut Kherjuli, tahun 2010 lalu ALIM mencatat ada sejumlah musibah air yang menelan korban jiwa, yang pada umumnya dari kalangan anak-anak. Peristiwa itu terjadi di Batam dan Tanjungpinang. Anak-anak yang tidak berdosa itu mengakhiri hidupnya di kolam (genangan air) tempat mereka bermain.

Sebenarnya air adalah sumber berkah dan bukan sumber bencana ataupun musibah. Tetapi perilaku manusia sendiri yang terkadang merubah fungsi air itu menjadi sumber bencana atau musibah dan bahkan malapetaka. Hal itu dinilainya karena ada yang kurang bijak menata dan mengelola air sebagai sumber kehidupan masa kini dan masa yang akan datang. Sehingga bukan kesejahteraan yang didapatkan melainkan kesulitan.
Kita bersyukur di Kepri belum tercatat bayi yang meninggal akibat penyakit diare atau penyakit lainnya yang diakibatkan buruknya kualitas air. Meskipun demikian tentu kita tidak boleh tinggal diam dan harus terus menerus peduli terhadap kualitas air.

Kepada Pemerintah Daerah juga kita ingatkan agar senantiasa melakukan upaya-upaya konservasi, pendayagunaan dan penanggulangan kerusakan sumber daya air yang ada di Kepri. Intensitas curah hujan di Kepri dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini sebenarnya masih relative tinggi. Potensi bencana banjir, tanah longsor dan kekeringan, meskipun ada tetapi sebenarnya belumlah begitu sampai pada titik yang mengkhawatirkan seperti yang terjadi di daerah lain di Indonesia. Meskipun demikian tentunya harus tetap kita waspadai dan tanggulangi dengan berbagai cara.

Kenduri Air memang bukan satu-satunya cara untuk mewujudkan rasa syukur atas karunia air yang telah Tuhan YME berikan kepada Kita. Banyak cara lain yang bisa dilakukan. (git)


About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Mei 3, 2011, in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. maaf mas, mau tanya no dari ponpes ceruk ijuk yang bisa dihubungi.
    tolong email saya. makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: