Bagi-bagi 1000 Botol Air di Peringatan Air Sedunia


Tribun Batam – Selasa, 22 Maret 2011 17:53 WIB

Laporan Thomm Limahekin, wartawan Tribunnews Batam

TANJUNGPINANG, TRIBUN- Lembaga Swdaya Masyarakat (LSM) Air Lingkungan Dan Manusia (Alim) membagi 1000 botol air mineral dalam kemasan botol kepada pengendara kendaraan bermotor di simpang empat Pameda, Kota Tanjungpinang, Selasa (22/3). Aksi serupa akan dilanjutkan lagi, di tempat yang sama pada hari ini.

“Aksi ini kita selenggarakan dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia. Melalui aksi ini kita mau gugah kesadaran warga kota Tanjungpinang supaya lebih peduli dengan air,” ungkap Kherjuli, ketua LSM Alim provinsi Kepri.

Aksi menggugah kesadaran warga ini, aku Kherjuli, digelar mengingat kota Tanjungpinang sendiri mengalami kesulitan dalam hal ketersediaan air bersih. Hal ini menurutnya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pertumbuhan penduduk dan ketersediaan air yang layak dikonsumsi.

“Indek penggunaan air di Tanjungpinang sebesar 61 persen, sementara ketersediaan air yang dikonsumsi baru mencapai 41 persen. Hal tersebut terjadi karena pertumbuhan yang  sangat besar tidak sebanding dengan ketersediaan air yang dikonsumsi warga,” tambah Kherjuli lagi.

Menurut Kherjudi, krisis air akan semakin fatal dalam beberapa tahun ke depan jika tidak ada tindakan antispasi dari pihak pemerintah dan seluruh masyarakat. Sebab, setiap tahun pertumbuhan peduduk semakin tak terbendung, melampaui upaya penanganan ketersediaan air yang layak dikonsumsi.

Editor : dedy suwadha

Hari Air Sedunia, LSM Alim Bagi-bagi Air

Rabu, 23 March 2011 00:00

TANJUNGPINANG- Setiap tanggal 22 Maret diperingati sebagai Hari Air Dunia (World Water Day). Sempena dengan itu, LSM Alim Provinsi Kepri membagikan-bagikan air bagi pengendara yang melintas di bundaran Pamedan A Yani, Tannjungpinang. Selasa, (22/3).

Menurut Ketua Harian LSM Alim Kepri, Kherjuli, aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan mereka terhadap kurangnya perhatian pemerintah terhadap persoalan air di negara ini termasuk di Provinsi Kepri.

“Bencana banjir, kekeringan, tanah longsor, gagal panen yang kerap kali terjadi di tanah air, seharusnya semakin membuat kita semua sadar. Selain merupakan sumber kehidupan, air dapat pula menjadi bencana bila tidak dikelola dengan baik dan benar,” katanya saat ditemui di sela-sela aksi.

Ia menyayangkan masalah air terkesan terabaikan oleh isu-isu politik, terutama di daerah ini.

“Air memiliki fungsi yang sangat berarti bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Air minum merupakan salah satu kebutuhan dasar penduduk yang perlu diupayakan pemerintah agar senantiasa tersedia dalam jumlah yang cukup merata dan mutu yang baik. Musim kering dan global warning telah membuat sejumlah waduk, dam dan sumur resapan di beberapa daerah di Kepri, belakangan ini menyusut hingga kering. Kiris air bersih mulai mengancam warga. Air minum sangat sulit didapat dengan cara yang mudah dah murah. Masyarakat miskin semakin terbebani karena tak punya cara lain dan harus membeli air bersih dengan harga yang sangat mahal,”ujarnya.

Khusus di Tanjungpinang, menurut Kherjuli, penyediaan air minum sudah tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk.

“Intinya kita mendesak agar pemerintah daerah segera menuntaskan permasalahan air di daerah ini. Karena jika tidak segera diatasi maka beberapa tahun ke depan Pulau Bintan terancam krisis air,” tandasnya.(rul)

Haluan Kepri………………………………………………………………….

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Maret 24, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: