SAMBUT HARI AIR DUNIA 2011 : ALIM AKAN GELAR KENDURI AIR


Hujan yang mengguyur kota Tanjungpinang dan Bintan beberapa hari ini membuat sejumlah warga merasa sedikit lega. Terutama mereka yang air sumurnya sudah mengering akibat cuaca panas beberapa minggu lalu. Selain warga yang memiliki sumur, pelanggan PDAM yang sudah bosan menunggu giliran air PDAM mengalir, ikut merasa lega dapat menikmati air hujan untuk keperluan MCK (mandi cuci kakus).

Aktivis Air yang ditemui koran ini mengungkapkan bahwa hujan adalah anugerah Allah swt. Tak ada satupun manusia yang mampu menciptakan hujan. Sedangkan hujan buatan, hanya merupakan istilah saja yang pada kenyataannya hanyalah merupakan upaya manusia memodifikasi cuaca dengan ilmu pengetahuan yang ada, yaitu dengan menaburkan garam khusus di udara dan lain sebagainya. Meskipun demikian, hanya Allah swt yang menentukan kapan, volume dan intensitas curah hujan itu jatuh atau turun disuatu tempat.

Buktinya, jika teknologi hujan buatan itu manjur, mungkin banyak negara-negara kaya dibelahan bumi ini  menerapkan cara itu. Singapura saja contohnya, negara kaya yang hingga hari ini masih tetap inport air dari Johor Malaysia, bagi memenuhi kebutuhan warga negaranya. Kenapa mereka tidak menggunakan teknologi itu ?

Dari konteks ajaran agama Islam sudah sangat jelas dikatakan bahwa Allah yang menciptakan hujan dan menurunkan air dari langit untuk kelangsungan hidup makhluknya, termasuk manusia. Kita tentunya sangat yakin akan hal itu.

Negara melalui UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, pada pembukaan produk hokum itu  telah mengamanatkan bahwa Air merupakan Karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan manfaat kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonseia dalam segala bidang.

Jadi jelas bahwa selain air merupakan karunia Tuhan, air juga bermanfaat untuk kesejahteraan hidup kita bersama. Tidak boleh ada diskriminasi. Sebab, tidak ada satupun manusia yang bisa hidup tanpa air.

Oleh karena itu, menyambut Hari Air Dunia 2011 yang ditetapkan PBB setiap tanggal 22 Maret, ALIM berencana menggelar serangkaian kegiatan dengan memadukan Tema HAD 2011 yaitu AIR dan URBANISASI dengan tema yang diusung ALIM  sendiri yaitu, KENDURI AIR, Kearifan Lokal Masyarakat Kepri.

Adapun kegitan yang akan dilaksanakan antara lain, Kenduri Air, Dialog Air, Artikel Air, Berita Air, Pentas Air dan Facebooker Air. Hingga hari ini kita terus mensosialisasikan Tema Hari Air 2011 ini melalui media massa termasuk media sosial seperti twitter, Blog, Website, Yahoo dan Facebook.

Kita berharap mendapat dukungan yang luas dari masyarakat dan juga Pemerintah Daerah. Untuk itu kita juga mengajak Insan Pers ikut menyebarluaskan informasi tentang Hari Air Dunia 2011 ini lewat media. Pers memegang peranan yang cukup significan dalam menyebarluaskan informasi HAD 2011 itu.

Untuk kita ketahui bersama bahwa berdasarkan Sensus Penduduk 2010, penduduk Provinsi Kepri mencapai 1.685.698 jiwa. Ada sebanyak 864.333 laki-laki dan 821.365 perempuan. Laju pertumbuhan penduduk Provinsi Kepri mencapai 4,99 persen per tahun. Bila kebutuhan minimal tiap orang adalah 120 liter/orang/hari, maka ketersediaan air kita untuk masa yang akan dating harus kita pikirkan bersama dan  Jangan biarkan Sumber Air kita RUSAK!

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Maret 10, 2011, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Selamat hari air; “Water for Cities, Responding to The Urban Challenge“

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: