Air PDAM Tidak Layak Dikonsumsi ­?


Lembaga Air Lingkungan dan Manusia (ALIM) Provinsi Kepri mendesak Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau untuk melakukan Uji Lab kualitas air PDAM Tirta Kepri secara rutin. Desakan tersebut terkait adanya indikasi air PDAM tidak layak dikonsumsi.

Kita minta Diskes Kepri melakukan Uji Lab Air PDAM secara rutin dan mengumumkan hasilnya kepada pelanggan PDAM sehingga layak tidaknya air tersebut dikonsumsi, diketahui  masyarakat sesuai parameter yang berlaku. Dalam hal ini mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/MENKES/IV/2010 tentang Persyaratan Kwalitas Air Minum. Masyarakat berhak tahu apakah air PDAM benar-benar layak dikonsumi atau tidak. Ini juga terkait  dengan pernyataan Direktur PDAM Tirta Kepri dan salah seorang Anggota DPRD Kepri dikoran cetak lokal.

Ini persoalan serius karena menyentuh langsung dengan hajat hidup orang banyak.  Kalau sudah dimasakpun sudah tidak layak dikonsumi untuk air minum dan keperluan memasak lainnya, ini sudah sangat mengkhwatirkan bagi kesehatan masyarakat. Persoalannya, siapa yang bisa menjamin kalau air PDAM itu tidak digunakan untuk air minum dan keperluan memasak lainnya. Belum lagi untuk keperluan medis di Rumah Sakit. Siapa yang akan bertanggung jawab terhadap kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, sperti diare dan lain sebagainya.

Untuk itu kita minta Diskes Kepri segera melakukan Uji Lab secara rutin dan mengumumkannya kepada Pelanggan. Dalam pantauan ALIM, sampai saat ini belum  ada pengumuman resmi atau pernyataan dari pihak eksternal yang berkompeten soal kwalitas air PDAM Tirta Kepri. Baru pernyataan Direktur PDAM dan Anggota DPRD Kepri saja yang kami nilai tidak didukung dengan analisa kesehatan.

Sepengetahuan ALIM, PDAM Tirta Kepri belum memiliki Lab yang representatif. Selain itu, Pak Rudy Chua itukan bukan pihak-pihak yang oleh aturan Kementerian Kesehatan diberikan wewenang untuk memutuskan bahwa air PDAM sebaiknya tidak usah untuk diminum dan menyarankan agar Pelanggan PDAM membeli air galon. Pertanyaannya, air galon yang mana. Apakah kwalitasnya sudah dijamin oleh Pak Rudy Chua. Soalnya semakin hari pertumbuhan usaha air galon isi ulang semakin menjamur sehingga diperlukan juga pemantauan kwalitas air minum dari Dinas Kesehatan secara rutin.

Adanya indikasi air PDAM Tirta tidak layak dikonsumsi itu sudah terlihat sejak beberapa bulan yang lalu seiring perubahan warna dan pisik air baku di waduk Sungai Pulai menjadi kecoklatan dan berlumpur. Hal itu disebabkan oleh adanya pekerjaan pengerukan dan pendalaman waduk itu sendiri. Tetapi itukan air bakunya. PDAM Tirta Kepri punya Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk memproses air baku itu menjadi lebih baik lagi sebelum disalurkan atau didistribusikan kepada pelanggan. Apalagi Pemprov Kepri sudah mengalokasikan dana APBD-P Rp1,5 M untuk meng-upgrate IPA supaya proses peningkatan air baku menjadi air bersih/air minum menjadi maksimal.

Kita minta segeralah Gubernur Kepri turun tangan dengan memanggil pihak-pihak terkait jangan ada kesan seakan-akan antara Direktur PAM Tirta Kepri dan Anggota DPRD  memiliki garis hirarki dalam struktur PDAM. Seharusnya Pak Rudy Chua bisa memanggil Kadis Kesehatan untuk melakukan Uji Lab dan mengeluarkan pernyataan resmi terkait air PDAM layak dikonsumsi atau tidak.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Februari 15, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: