Teror Banjir dan Longsor menjadi Pelajaran


Hujan deras disertai angin kencang yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut kemaren telah menyebabkan kawasan disekitar Batam dan Tanjungpinang dilanda Banjir dan Tanah Longsor. Fenomena alam itu nyaris menghambat arus lalulintas dan meluluhlantakkan tiga buah rumah di Perumahan Puri Indah Tanjungpinang dan merusak harta benda milik warga.

Banjir dan tanah longsor Itu merupakan salah satu bukti efek dari perubahan iklim dan pemanasan global (global warming) yang terjadi pada bumi kita saat ini.

Saya rasa fenomena alam yang terjadi di Batam dan Tanjungpinang kemaren itu dapat kita jadikan pembelajaran betapa kedepan kita dituntut untuk selalu menjaga lingkungan dan mengelola air dengan sebaik-baiknya, agar efek dari pemanasan global itu dapat diminimalisir dan tidak sampai menelan jiwa. Semua pihak sudah tahulah akan hal itu.

Sebenarnya Issu global warming itu sendiri sudah dapat kita jadikan pembelajaran betapa kedepan kita dituntut untuk selalu menjaga lingkungan dan mengelola air dengan sebaik-baiknya, agar efek dari pemanasan global itu dapat diminimalisir dan tidak sampai menelan jiwa. Semua pihak sud

jauh hari didengungkan oleh berbagai pihak termasuk dari Lembaga ALIM sendiri. Media massa pun termasuk Tanjungpinang pos ini tidak henti-hentinya menyuarakan hal itu dalam berbagai kesempatan. Sekarang tinggal bagaimana kita lagi. serius atau tidak atau hanya sekedar ingin menghabiskan anggaran pencegahan dan penanggulangan bencana alam saja.

Semua pihak harus meningkatan kewaspadaan dini. Pemko Tanjungpinang melalui dinas terkait sudah mulai menginventarisir lokasi-lokasi yang termasuk rawan bencana banjir atau tanah longsor. Diinventarisir ulanglah kalau memang sudah ada, mengingat seiring perjalanan waktu, kami banyak menemukan perubahan pisik dan perubahan peruntukan lahan. Ada pemotongan bukit dan penimbunan rawa bakau (cut and fill), pembangunan perumahan, jalan, pertokoan, pemukiman dan pembukaan lahan pertambangan. Semua itu akan berdampak kepada daya dukung lahan/tanah terhadap air. Kalau sudah ada Maping Bencana Banjir dan Tanah longsor kan mudah untuk menatanya menjadi kawasan bebas Banjir dan tanah longsor dengan cara peningkatan drainase dan peningkatan kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan atau membangun sembarangan.

Photo : Harian pagi Batam Pos

Photo : Harian pagi Batam Pos

Kemudian seiring diberlakukannya UU No. 32 tentang Perlindungan dan Pengelolaan  Lingkungan Hidup, Pemerintah Daerah harus lebih selektif lagi dalam mengeluarkan Izin Lingkungan untuk berbagai keperluan diatas. Bukan saja proyek yang dibiayai swasta saja yang harus terlebih dahulu punya Dokumen dan Izin lingkungan tetapi yang dibiayai melalui APBN/APBD pun juga dan wajib. Pemda harus memberikan contoh yang baik kepada swasta dan masyarakatnya. Terutama Izin pembukaan lahan dipesisir pantai dan mencegah hilangnya hutan bakau.

Photo : Harian pagi Batam Pos

Banjir bisa terjadi karena disaat hujan, air hujan yang mengalir terhadang oleh sesuatu dan tidak bisa langsung mengalir (run-off) ketempat yang lebih rendah atau ke laut. Bisa disebabkan karena terjadi penyumbantan drainase, atau drainasi yang tidak seimbang dengan volume air atau air terhadang tingginya tanah/bangunan di daerah hilir pantai.

Pemanasan global cuma bisa diminimalisir efeknya dengan memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain dan kedua mengurangi produksi gas rumah kaca.

Photo : Harian pagi Batam Pos

Di Tanjungpinang yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan penanaman pohon, menjaga hutan bakau, tidak membakar sampah dan tidak membuang sampah ke laut. Kalau di Batam, penggunaan energy yang ramah lingkungan. Karena Batam termasuk kawasan Industri dan jumlah penduduknya jauh lebih besar disbanding Tanjungpinang.

Photo : Harian pagi Batam Pos

 

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Februari 2, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: