Bentuk Tim Khusus Penyehatan PDAM


Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Provinsi Kepri, khususnya di Kota Tanjungpinang untuk kurun waktu kedepan dinilai LSM ALIM masih kabur. Potret Air Minum Kepri buram.

Meskipun sudah ada beberapa rencana dan program Pemprov Kepri untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat seperti rencana membangun waduk Sungai Gesek di Kabupaten Bintan, Kerjasama Pentawaran Air Laut dengan Pemerintah Pusat, Peningkatan IPA Sungai Pulai, Pembuatan tali air (Green Belt Area) di Waduk Sei Pulai dan lain-lain dengan tujuan agar Tanjungpinang bisa keluar dari kris air bersih pada tahun 2013, tetapi renca tersebut juga dinilai belum optimal karena belum menyeluruh kepada semua tahapan Pengengambangan SPAM dan juga belum terintegrasi dengan pihak-pihak terkait seperti Pemerintah Pusat, Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan.
Pengembangan SPAM itu bukan saja meliputi rencana pisik saja melainkan juga meliputi non pisik seperti hukum, kelembagaan, manajemen, keuangan dan pemberdayaan masyarakat.

Pemprov Kepri belum punya Peraturan Daerah sebagai pedoman pelaksanaan penyediaan prasarana dan sarana air minum di daerah yang didasarkan pada ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.

Bukan itu saja, sampai saat ini Dewan Sumber Daya Air Provinsi Kepri yang berfungsi sebagai wadah koordinatif antar lintas sector yang terkait dengan sumber daya air, juga belum terbentuk. Pemprov Kepri juga belum memiliki Rencana Induk Pengembangan SPAM (Master Plan) jangka panjang (15-20 tahun), yang merupakan bagian atau tahap awal dari perencanaan air minum jaringan perpipaan dan bukan jaringan perpipaan berdasarkan proyeksi kebutuhan air minum pada satu periode yang dibagi dalam beberapa tahapan dan memuat komponen utama sistem beserta dimensi-dimensinya.

Jangankan Master Plan, Rencana Jangka pendek 5 tahun (Corporate Plan dan Bussiness Plan) saja belum jelas, karena belum pernah dilakukan konsultasi public.

Belum lagi yang terkait dengan sejumlah kebijakan yang harus dibuat Pemprov dan DPRD Kepri untuk memperkuat kelembagaan, keuangan dan manajemen PDAM Tirta Kepri, seperti Kebijakan terhadap penyelesaian Utang PDAM Tirta Kepri yang sudah mencapai Rp37,9 M dengan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan, masalah Tarif Air, Peraturan Daerah tentang Organ dan Pegawai PDAM, Perda Penyertaan Modal Pemprov Kepri, Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan, Kerjasama antar daerah khususnya dengan Kabupaten Bintan yang memiliki wilayah dan sumber air baku serta lain sebagainya. Semua itu perlu diselaraskan dengan rencana Pisik yang akan dilakukan Pemprov Kepri.

Padahal air bersih/minum merupakan sector yang diprioritaskan oleh Gubernur Kepri H.M . Sani selain sektor kelautan, pendidikan, kesehatan dan pengentasan kemiskinan, maka LSM ALIM mengusulkan agar Gubernur Kepri membentuk Tim Khusus untuk menyusun dan merumuskan rencana pengembangan air minum secara komprehensif dengan melibatkan LSM dan Perguruan Tinggi. Paling tidak sudah harus punya naskah akademik terkait rencana Pengembangan SPAM. Bila itu sudah ada harus diperbahrui dengan menyesuaikan RTRW yang baru. Bila perlu Tim Khusus itu langsung diketuai oleh Wakil Gubernur Kepri Pak Suryo mengingat pengalaman Beliau sewaktu menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Batam dulu. Kita ketauhi bersama bahwa ATB Batam tidak akan berhasil tanpa dukungan dari Pemko Batam, BP Batam dan DPRD sebagai pemangku kepentingan (stakeholder).
Kita tidak bermaksud menggiring PDAM Tirta Kepri kearah swasta tetapi ada yang bisa diambil dari sana seperti kerjasama antara Pemko Batam, ATB, DPRD Batam dan BP Batam yang terintegrasi, system manajemen dan kwalitas sumber daya manusia yang ada di ATB dan lain sebagainya.
Jangan seperti di PDAM sekarang ini, karena kurang terintegrasi maka seakan-akan semua tahap pengembangan SPAM bisa dilakukan oleh PDAM Tirta Kepri sendirian. Padahal ada yang bukan domain dan kapasitas PDAM seperti tanggung jawab air baku (kwantitas dan kwalitas), Reboisasi dan Penghijauan, Cathment Area, Pengerukan Waduk Sei Pulai, Pembuatan Waduk Sungai Gesek dan Interkoneksi Air Baku dari Galang Batang. Itu semua tanggungjawab Pemprov Kepri melalui SKPD terkait seperti Dinas PU, Dinas Kesehatan, BLH, Dinas Kehutanan dan BP DAS. PDAM itu hanya sebagai Operator sedangkan Regulatornya adalah Pemda bersama DPRD.
Sebaiknya PDAM koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait itu dan biarkan SKPD yang terkait dengan permasalahannya yang berkomentar di media karena itu domain mereka. Termasuk soal air baku waduk Sei Pulai yang keruh, minta instansi, Kontraktor dan Konsultan Pengawas Pelaksana Proyek Peningkatan Tampungan Air Waduk Sei Pulai itu yang bertanggungjawab, kemudian minta Dinas Kesehatan dan BLH Kepri melakukan pemantauan dan penelitian air baku pasca proyek itu selesai dikerjakan, apakah kwalitas air baku itu masih sesuai standar baku mutu atau tidak. Bila hasilnya ternyata sudah tidak sesuai standar baku mutu, ya serahkan sama Kepala Daerah untuk mengambil kebijakan menghentikan sementara proses produksi dan distribusi air demi aturan dan kesehatan masyarakat.
Banyak yang harus dikerjakan oleh Direktur PDAM seperti peningkatan kwalitas SDM, Tarif dan manajemen serta penguatan internal PDAM lainnya. Disamping itu, masalah air bersih itu sesungguhnya sangat kompleks karena berkaitan dengan berbagai sector dan kepentingan. Oleh karena itu harus terencana dan terintegrasi dan Gubernur Kepri lah yang bisa mengintgrasikan semua sector dan kepentingan itu karena Ia Pemimpin di daerah ini.————-

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Januari 19, 2011, in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: