Tim Adipura Akan Melakukan Pemantauan : Janganlah Adipura Diraih Dengan Berpura-pura


Kinerja Pemerintahan Kota Tanjungpinang dalam pengelolaan lingkungan perkotaan, dalam waktu dekat akan segera di pantau. Pemantauan itu berdasarkan kriteria dan indikator yang telah ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, yaitu Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 1 Tahun 2009 tentang Program Adipura.

Tim Pemantauan Program Adipura itu nantinya beranggotakan dari unsur Instansi Pengelola Lingkungan Hidup (LH) Regional Sumatera, BLH Provinsi Kepri, Perguruan Tinggi dan LSM. Masing-masing berjumlah 1 (satu) orang dan akan melakukan pemantauan selama 2 (dua) hari di semua titik pantau yang telah ditentukan. Bila tidak ada perubahan waktu, Insya Allah minggu depan Tim akan turun memantau.

Ketua LSM ALIM (Air, Lingkungan dan Manusia) sebagai salah satu anggota Tim Pemantauan Adipura untuk kota Tanjungpinang.

Sebelumnya, melalui situs jejaring sosial facebook, website/blog dan media cetak, LSM ALIM sudah menghimbau dan mengajak elemen masyarakat kota Tanjungpinang untuk bersama Pemko mensukseskan program Adipura itu dan mewujudkan Tanjungpinang menjadi kota yang teduh dan bersih.

Yang perlu diketauhi masyarakat bahwa bila berbicara soal Adipura, sebenarnya bukan hanya sekedar upaya bersih-bersih titik pantau saja seperti membersihkan jalan, pasar, puskesmas, pemukiman, sekolah, TPA dan lain sebagainya, melainkan menyangkut juga soal kebijakan/regulasi yang dibuat oleh Pemko dan DPRD dalam pengelolaan lingkungan perkotaan seperti Kelembagaan, Produk Hukum (PERDA), Anggaran, Fasilitas dan Tingkat Pelayanan . Pemantauan pisiknya menyangkutkan wilayah dan titik pantau sedangkan yang non fisiknya menyangkut kebijakan/regulasi Pemko dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.

Dengan kata lain, Program Adipura itu bukan sekedar merebut Pialanya saja, lalu diarak keliling kota dengan suka ria, melainkan sebuah upaya untuk mewujudkan pemerintahan yang baik, berdasarkan prinsip-prinsip good governance, khususnya dalam pengelolaan lingkungan perkotaan sehingga benar-benar menjadi kota yang bersih dan teduh.

Hal ini ditandai pula dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi. Jadi Pemerintah Daerah harus bisa mewujudkan hal itu bersama masyarakatnya. Masyarakat tidak boleh melemparkan tanggungjawab itu kepada Pasukan Kuning (petugas kebersihan) saja yang digaji oleh Pemko, melainkan harus ikut berperan aktif.

LSM ALIM akan memantau Program Adipura dan memberikan penilaian secara taransparan, independen dan objektif. Apalah artinya Piala Adipura kalau diperoleh  dengan cara berpura-pura.

Diterbitkan Tanjungpinangpos, Kamis 18 November 2010.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on November 18, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: