ORANG TANJUNGPINANG AKAN MINUM AIR LAUT


TIDAK membahas Merubah Air Laut menjadi Air Minum

Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Tanjungpinang terkesan coba-coba. Banyak program jangka pendek, menengah dan jangka panjang yang akan, telah dan sedang dilaksanakan oleh berbagai pihak, realisasinya berakhir menjadi hanya sekedar wacana atau menjadi sebuah proyek coba-coba yang belum bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas. Padahal kebutuhan akan air bersih terus meningkat seiring bertambahnya  penduduk.

Proyek percontohon pentawaran air laut melalui sistem Reverse Osmosis (RO) yang akan dilakukan di Tanjungpinang nanti, diharapkan tidak menambah panjang daftar proyek coba-coba di daerah ini. Mengapa Pusat memilih Tanjungpinang sebagai lokasi proyek tersebut karena menurut Saya Tanjungpinang sangat kondusif, aman dan damai. Pemerintah Daerah dan masyarakatnya selalu menerima kebijakan Pemerintah Pusat apa adanya. Kemudian kontrol sosial dari LSM/Akademisi/Praktisi termasuk Dewan juga kurang. Apalagi jarang dilakukan konsultasi publik sebelum kebijakan pusat itu dilaksanakan di daerah. Alasan kedua mengapa Tanjungpinang dipilih, karena Pusat melihat Pendapatan Perkapita Penduduk (PDRB) Tanjungpinang relatif tinggi dan sangat dimungkinkan untuk membeli harga air yang dihasilkan melalui sistem RO, memelihara dan mengoperasikan paket IPA RO itu. Ironisnya, Pemda dan DPRD yang selama ini enggan menyesuaikan Tarif Air PDAM dengan alasan membela kepentingan masyarakat, justru lupa dengan alasan-alasan itu. Bila jadi diterapkan, maka tarif air melalui sistem RO harus selalu disesuaikan. Apakah Pemda dan DPRD konsisten akan hal itu ? Kita tidak ingin kedepan ada perlakukan diskriminatif terhadap hak dasar masyarakat itu.

Pentawaran air laut melalui sistem Reverse Osmosis (RO) yang akan dilaksanakan di Tanjungpinang awal tahun 2011 sebenarnya bukanlah proyek yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Sebelumnya di Jakarta di Kepulauan Seribu dan Ancol sedang dilaksanakan.

Pengembangan SPAM yang dinilai terkesan coba-coba itu dikarenakan memang banyak sektor yang terkait dengan air bersih/minum. Di Kementerian PU itu sendiri ada yang namanya Balai DAS, BPP-SPAM, Direktorat Sumber Daya Air dan Air minum Cipta Karya. Belum lagi di Kementerian Kehutanan, Kesehatan, BLH, BPPT dan lain sebagainya yang terkait dengan air/minum.

Untuk itu kedepan, Pemprov Kepri harus memiliki Rencana Induk Pengembangan SPAM. Walaupun Pusat yang punya anggarannya (APBN), tetapi daerah yang menentukan tahapan dan skala prioritasnya berdasarkan Rencana Induk yang telah disusun itu.

Selain itu Pemprov Kepri diminta segera membentuk Dewan Sumber Daya Air Kepri sebagai wadah untuk mengintegrasikan semua sektor dan kepentingan yang terkait dengan sumber daya air dan air minum di Kepri. Yang ketiga fungsi pengawasan/kontrol yang dilakukan DPRD terhadap proyek-proyek air minum terutama yang dibiayai melalui APBN diperketat.

Jangan hanya di jolok saja anggaran Pusat (APBN) itu tetapi harus pula bisa diawasi supaya tidak menguap dan menjadi sia-sia.

PENTAWARAN AIR LAUT HADIAH PUSAT KE KEPRI : Baca Harian Pagi Batampos :

ANCOL UBAH AIR LAUT MELALUI IPA RO (Reverse Osmosis)

DESALINASI AIR LAUT
MENGGUNAKAN METODE REVERSE OSMOSIS
SEBAGAI SOLUSI KRISIS AIR BERSIH DI INDONESIA

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on September 22, 2010, in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: