Barisan Kecapung Akhiri Musim Hujan


Sore itu, kami baru saja selesai serah terima sebuah sumur gali dari Arkardius selaku Ketua Laskar Air kepada Ibu Hariati yang berdomisili di Kampung Sidomulyo batu IX Tanjungpinang. Sumur tersebut dibiayai oleh Donatur Laskar Air melalui Program PUNDI AMAL PEDULI AIR.

Cuaca sangat cerah sekali. Tidak terlihat awan hitam menghalangi birunya langit. Sekumpulan awan putih justru membentuk garis tegak lurus. Terlihat dua ekor burung Bayan bertenggek di ranting kayu. Kemudian terlihat pula 4 (empat) ekor Kecapung berbaris diatas kabel listrik. Aku sempat merekam peristiwa itu. Karena camera yang digunakan hanya berkapasitas 4 megapixel, dua ekor Kecapung yang tengah berbaris itu tidak tertangkap kamera. Sedangkan 2 ekor lainnya terlihat seperti pada gambar diatas.

Arkardius lalu mencoba menterjemahkan fenomena alam itu secara gamblang. Ia mengatakan bahwa di tempat ini, burung-burung masih mau bersahabat dengan manusia. Lingkungan disekitar ini belum begitu rusak dan masih bisa dirasakan oleh makhluk Allah yang  bernama burung Bayan.

Lalu aku mencoba membaca pertanda barisan Kecapung yang berada diatas kepala kami. Mungkin mereka (Kecapung) itu sedang menyaksikan apa yang barusan kami lakukan ditempat itu. Mereka sebagai saksi proses serahterima sumur gali itu. Atau ada pertanda lain yang tidak bisa aku terjemahkan. Ah,.. sudahlah. Pikiran Ku tidak bisa menjangkau apa yang ingin mereka sampaikan kepada kami : Tim PAPA/Laskar Air.

Ketika malam tiba, setelah sholat Tarawih, Aku mencoba menyimak kembali poto-poto yang sebelumnya tidak terlalu menjadi perhatian. Aku melihat kembali barisan Kecapung itu. Benar,.. memang dua ekor yang tertangkap kamera. Lalu aku mencoba mencari tahu apa hubungannya antara Kecapung dengan Air. Kemudian aku melakukan browsing di dunia Maya dan menemukan sebuah pesan pada dinding Facebook yang berasal dari : Ibnu Rackmadi yang bertuliskan, :

”Awan hitam mulai menghilang dari Praci. Mendung juga jarang muncul.Kecapung mulai muncul. Pertanda bahwa kemarau menjelang. Sebentar lagi, kita akan dengar berita tentang sebagian masyarakat Praci yg menjual ternaknya untuk membeli air, orang berjalan puluhan kilometer untuk mencari air, dan berita sejenis. Siapkah kita? Siapkah kita?”

Aku terkejut membaca tulisan itu. Spontan Aku jadi tertarik dan langsung berusaha menjadikan Ibnu Rachmadi sebagai teman di jejaring sosial miliknya.

Beberapa minggu terakhir ini Tanjungpinang sering diguyur hujan deras. Di lokasi tempat pembuatan sumur ini, aku melihat aliran air yang mengalir kencang dari tali-tali air yang diduga berasal dari km 13 tempat eks. Ternak babi. Suatu lokasi yang masih termasuk dalam kawasan hutan lindung sei pulai. Memang ketika itu hujan turun deras beberapa sebelum aku kesana. Sempat terlintas didalam benak ku, alangkah besarnya volume air ini dan alangkah lebih baik bila aliran airnya bisa mengalir sampai ke waduk sei pulai yang sering mengalami penurunan debit airnya pada musim kemarau ?

Sekarang nyaris semua pihak berhenti berkomentar di media cetak lokal karena debit air waduk sungai pulai sudah kembali berada pada posisi normal. Curah hujan yang deras beberapa waktu lalu telah menambah ketersediaan air permukaan yang ada disana.

Semoga saja Kecapung yang sudah mulai muncul itu tidak memberi pertanda bahwa musim hujan akan segera berakhir atau pertanda bahwa kemarau akan menjelang. Kita sepertinya bosan mendengar berita tentang sebagian masyarakat Tanjungpinang terpaksa harus merogoh uang mereka untuk membeli air tangki dan mengkonsumsi air yang kurang layak kwalitasnya bagi kesehatan. Sudah kuang layak, harganya juga tergolong mahal. Tidak enak kedengarannya bila ada sebagian masyarakat kita ribut-ribut soal air sedangkan sebagiannya lagi diam-diam membuang air tidak pada tempatnya. Kita tidak ingin ketidakseimbangan itu muncul hanya karena kita tidak bisa membagi nikmat Tuhan itu secara merata.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Agustus 22, 2010, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Terima kasih bang Jul…secuil tulisan saya itu mampir disini. baru baca tulisan ini hari ini setelah saya googling nama saya sendiri. padahal bang Jul baca yg secuil dr saya itu sudah 2 tahun yg lalu🙂
    keep spirit bang!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: