Terimakasih Belanda


“Terimakasih Belanda. Enkau telah meninggalkan Gedung Daerah untuk kami. Disitulah tempat Gubernur Kami nanti dilantik. Sebagai balas budi baik kami, kuburan mu di jln. Kamboja (Kerkhoff) akan selalu kami jaga. Jangan khawatir,.. Sudah kami jadikan cagar budaya”.

GEDUNG DAERAH TEMPO DOELOE

Tak banyak yang bisa aku tuliskan untuk  kalian semua dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI yang ke 65 di Kepri ini. Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu secara seimbang tetapi tentu saja tetap menjadikan Belanda sebagai negara/bangsa yang selama 350 tahun dulu pernah menjajah dan sebgai penjajah kedaulatan bangsa Indonesia. Bagaimanapun juga, aku akan selalu tetap membela tanah air tercinta ini dari berbagai bentuk penjajahan. Aku benci penjajahan tetapi aku harus pula bisa melihat sesuatu dan menyampaikannya apa adanya.

GEDUNG DAERAH. RUMAH DINAS GUBERNUR KEPRI. TEMPAT PELANTIKAN GUBERNUR KEPRI PERIODE 2010-2015

Penjajahan yang dilakukan Belanda selama 350 tahun itu ternyata menyisakan dua sisi yang berbeda. Sisi pertama memiliki nilai negatif. Karena harta benda dan juga nyawa nenek moyang kita dulu habis kena lanyak Belanda, bekecai, berderai tinggal puing-puing yang berserakan dan mati ditelan bumi. Ibu Pertiwi  menangis dalam duka nestapa.

KUBURAN BELANDA (KERKHOFF) Jl. Kamboja Tanjungpinang

Sisi yang kedua adalah sisi positif.  Secara jujur kita katakan bahwa banyak peninggalan Belanda seperti gedung/bangunan masih kita jadikan simbol-simbol kebesaran negeri  dan situs bersejarah. Termasuk kuburan nenek moyang Belanda yang saat ini masih tetap kita jaga dan lindungi bahkan kita dijadikan Cagar Budaya.

Nah,.. Kalau yang ini pasti negatif. Paham (isme) Belanda yang mereka bawa ratusan tahun silam ternyata masih hidup di tengah-tengah budaya kekerasan yang kerap kali terjadi pada kehidupan berbangsa. Paham yang sangat terkenal dengan politik adu domba (DE VIDE ET IMPERA) itu masih sering digunakan para penguasa di negeri ini untuk menggapai kekuasaan ekonomi, meraih jabatan tinggi dan melakukan serangkaian kegiatan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) secara kolektif.

Jadi dengan bahasa yang sangat gamblang untuk menyikapi dua sisi yang berbeda itu dengan mengucapkan, :

“Sialan lhu Belanda dan Terimakasih Belanda. Sialan Belanda. Kedaulatan bangsa kami telah engkau rampas paksa. Tetes darah dan nyawa nenek moyang kami dan juga para Pahlawan kemerdekaan kami telah engkau tukarkan dengan gedung/bangunan beton yang kokoh sebagai tempat engkau berkuasa”.

Kemudian, “Terimaksih Belanda. Enkau telah meninggalkan Gedung Daerah yang terletak di tepi laut itu untuk kami. Disitulah tempat Gubernur Kami nanti dilantik. Sebagai balas budi baik kami, kuburan mu di jln. Kambajo (Kerkhoff) akan selalu kami jaga. Jangan khawatir,.. Sudah kami jadikan cagar budaya. Diary mu berupa “Kitap Undang-Undang Hukum ..” akan selalu kami simpan dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya”.

Kalaulah dulu Israel Belanda jajah, tentu tidak ada satupun gedong/bangunan peninggalan mu bisa berdiri kokoh. Pasti sudah hancur menyatu dengan tanah, seperti tentara Isrel menghancurkan gedung/bangunan warga Palestina dari tanah air mereka. Jangan harap kuburan nenek moyang mu Belanda, bisa nongol dan dijaga. Apalagi dilindungi sebagai cagar budaya.

Kami akan selalu mempertahankan keaslian bentuk gedung/bangunan peninggalan mu. Buktinya, kami dulu sempat ribut dengan sesama anak negeri ini gara-gara Gedung Daerah direnovasi dengan merubah bentuk keasliannya. Walau sempat ribut di media, tetapi akhirnya kami masih bisa mempertahankannya. Tidak tanggung-tanggung, sampai melibatkan para pakar cagar budaya untuk menyelesaikan persoalan itu.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Agustus 16, 2010, in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: