JEJARING PRASANGKA


JEJARING PRASANGKA

Facebook adalah sebuah situs web jejaring sosial yang sangat populer dewasa ini. Banyak sekali manfaat yang didapat melalui situs web ini. Salah satunya adalah dapat menemukan kembali orang-orang atau teman-teman yang terputus komunikasinya karena waktu, kesempatan dan berbagai hal lainnya. Ada yang bahkan puluhan tahun terputus komunikasinya dan tiba-tiba muncul lalu menyapa, ”…Aku adalah teman SD, SMP, SMA, Kuliah, satu perusahaan mu dulu…” Komunikasipun dimulai kembali. Tentu pada situasi yang sudah jauh berubah. Atau sengaja menjalin komunikasi dengan orang-orang yang memang belum pernah Ia kenal sebelumnya untuk dijadikani teman, baik di dunia maya maupun berlanjut pada dunia nyata. Banyak diantara mereka bahkan menjalin kasih berawal dari menjalin pertemanan lewat Facebook. Itulah sekelumit perilaku positif yang ditimbulkan dari dampak positif kecanggihan teknologi yang bernama Facebook.

Meskipun demikian, penggunaan situs web jejaring sosial juga dapat memberikan dampak negatif bagi penggunanya. Seperti kasus yang menimpa siswa salah satu SMU di Kota Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Gara-gara menghujat/menghina gurunya secara kolektif, mereka terpaksa harus dikeluarkan dari sekolah itu dan mencari sekolah lain. Sang guru dan Kepala Sekolah sepakat memberikan hukuman yang lumayan beratnya gara-gara menggunakan facebook tidak pada tempatnya. Kemudian banyak pula remaja putri yang kehilangan perawannya gara-gara keasyikan OL (online) di dunia maya lalu berlanjut di dunia nyata, di hotel, penginapan atau ditempat-tempat mesum lainnya untuk bercinta dan bahkan menyerahkan keperawanannya dengan sia-sia.

”Facebook,.. Facebook,.. kok bisa seperti itu ya”.

Sebenarnya bukan salah Facebook melainkan salah penggunanya. Yaitu mereka yang tidak bisa menggunakannya dengan baik dan benar. Mereka yang tidak bisa berperilaku secara benar dan profesional di media lepas dan terbuka untuk umum itu. Bila mereka dapat berperilaku dengan benar maka dampak negatif penggunaan Facebook dapat dihindari dan berada pada level aman (zero efect). Bila tidak, bisa jadi seperti contoh diatas dan perlu ditambahkan lagi bahwa ada yang sampai harus berurusan dengan hukum dan terancam pidana. Karena ada aturan Informasi dan Telekomuniaksi (IT) yang mereka langgar sehingga mereka dapat dijerat dengan UU IT.

”Sadis juga ya,.. ?”

Sebenarnya tidak sadis kalau segala sesuatu dijalankan sesuai dengan norma-norma dan kaidah yang berlaku baik secara umum maupun privasi. Kalau mau diikutkan berbahaya, main Canang, Gasing, Congkak dan apapun juga bentuknya, bila tidak Hati-hati pasti memiliki resiko dan berbahaya bagi pelakunya. Sekecil apaun sebuah permaianan atau aktivitas yang akan dilakukan tentu meliki tingkat resiko dan bahaya.

Sebenarnya, dalam jejaring sosial seperti pada Facebook, terdapat perilaku negatif yang tampaknya sepele dan tidak berbahaya tetapi sebenarnya memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi bagi perkembangan jiwa seseorang. Yaitu berprasangka buruk terhadap seseorang atau sekelompok orang. Bila prasangka buruk itu dialami oleh sekelompok orang maka orang-orang yang ada di dalamnya bisa terjebak kedalam jejaring prasangka. Maksudnya seperti ini,.. Pada suatu hari Anda sedang memikirkan tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Bisa juga Anda akan memperbincangkan tentang gosip, mengguncing, dan atau Anda menulis  tentang sesuatu yang masih ragu-ragu tetapi Anda lupakan menyatakan itu adalah keraguan Saya. Lalu Anda tampilkan pada dinding accaunt Anda. Ternyata prasangka itu direspon/diaminkan (Iya) oleh teman-teman Anda yang jumlahnya cukup lumayan banyaknya dan tersebar di berbagai lokasi, dan bahkan ada pula yang semakin menambah intensitas prasangka buruk  Anda itu dengan mengatakan sesuatu yang lebih tidak benar lagi. Fenomena itu akhirnya dapat memunculkan prasangka buruk secara berjamaah. Bila itu terjadi maka Anda dan teman-teman Anda terjebak dan terikat tali emosional yang besar dan keliru. Ikatan tali emosional yang besar dan keliru itulah yang kemudian saya istilahkan dengan “jejaring prasangka’.

Kita memang mengenal ada prasangka baik dan ada pula prasangka buruk , tetapi menurut saya perbuatan yang baik itu adalah dengan tidak berprasangka. Terlepas baik atau buruk. Dengan tidak berprasangka menurut Saya akan lebih baik.  Katakan tahu dan mengerti kalau memang kita tahu dan mengerti. Begitu juga sebaliknya, katakan tidak tahu dan tidak mengerti jika memang kita sama sekali tidak tahu dan tidak mengerti. Jangan biarkan diri kita berada dalam ketidakpastian dan keragu-raguan yang dibungkus dengan keyakinan yang semu. Perbuatan Itu justru dapat menjauhkan diri kita dari hidayah Tuhan.

Jejaring Prasangka dapat saja disebabkan karena salah menulis kata-kata pada dinding accaun facebook kita. Walaupun maksud hati tidak seperti maksud pada tulisan kita, tetapi karena kita sudah terlanjur menulis dan mengirimkan tulisan itu kepada banyak orang di ruang terbuka maka hal itu bisa berakibat buruk dan menimbulkan prasangka.

Ada juga yang berprasangka hanya gara-gara titik-titik hijau yang menyala-nyala di sebelah kiri bagian bawah profil Anda yang menggambarkan bahwa Anda tengah menjalin komunikasi atau OL (online) dengan banyak orang. Suami berprasangka kepada istri, Istri berperasangka kepada suami. Pacar berperasangka kepada pacarnya. Anak kepada orang tua dan juga sebaliknya. Pada saat titik-titik hijau itu menyala, pertemuan dan komunikasipun berlangsung, tak ubahnya seperti Anda dipertemukan dengan sipemilik titik-titik hijau itu di suatu tempat atau bisa juga seperti Anda sedang berbicara lewat telpon. Bisa saling menyapa, saling curhat, bercerita dan berbagi keluh kesah. Ada juga yang memanfaatkan OL /pertemuan aktif di dunia maya itu untuk menjalin asmara terlarang dan bahkan membuat jejaring prasangka dengan sesamanya. Padahal belum tentu seperti itu.

Bisa saja hanya sekedar on/mengaktifkan Facebook saja dan tidak bermaksud melakukan Online dengan sesamanya. Atau hanya sekedar membuka pesan-pesan yang masuk atau hanya sekedar mengecek apakah “Si Dia” belum tidur atau ngapain sih OL-OL tak karuan ?

“Oh,.. Si Dia juga OL dengan si Dia ! Pasti mojok tu ! Lagi pula ngapain sih suka berpikir mundur kebelakang dan berbicara tentang masa lampau sama teman-temannya itu ? Reseh deh !”.

Begitulah bila hati dan pikiran kita terseret kedalam pola prasangka. Seperti contoh celoteh diatas, ada prasangka baik dan juga ada prasangka buruk dan yang pasti banyak buruknya kalau sudah ada kata-kata prasangka.

“Orang yang berburuk sangka itu tak ubahnya seperti sedang makan daging kawannya sendiri,..”

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Agustus 15, 2010, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: