Berakhir


Berakhir

Mengapa harus pergi ?
Bukankah masih banyak pusisi lucu yang bisa Kau persembahkan kepada burung gereja dan juga Izroil ?
Bukankah Izroil tak mengerti bahasa santun Firaun ?
Tetapi, mengapa kau harus pergi.

Mengapa harus mati ?
Bukankah nyawa bisa Kau beli
Atau kau tukarkan dengan roti ?

Mengapa harus berakhir ?
Bukankah kiamat ada pada kaki mu
Atau pada ucap pasti yang tergantung dibawah bibir mu ?

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Agustus 5, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: