Menanti Direktur PDAM Tirta Kepri


Menanti Direktur PDAM Tirta Kepri

Senin, 04 Januari 2010

Manajemen PDAM telah diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan  berganti nama menjadi PDAM Tirta Kepri dari sebelumnya Tirta Janggi. Namun hingga saat ini belum ada figur yang cocok untuk duduk menjadi direktur. Sejumlah nama telah diseleksi namun belum satupun yang dipilih Gubernur Kepri Ismeth Abdullah. PDAM Tirta Kepri membutuhkan figur yang mampu membenahi manajemen yang sudah lama amburadul. Sehingga PDAM nantinya bisa lebih sehat dalam beroperasi dan lebih lancar dalam meberikan pelayanan kepada para pelanggannya. Yang lebih penting, segala potensi yang dimiliki PDAM bisa segera dikemukakan oleh calon Direktur tersebut, dan pada akhirnya bisa meraup keuntungan dari bisnis penjualan air kepada masyarakat yang seharusnya memang menguntungkan tersebut.

Apalagi, sangat disayangkan sejauh PDAM beroperasi di Pulau Bintan belum ada satupun laporan yang mengabarkan PDAM beruntung setiap tahunya. Justru, laporan yang ada PDAM selalu mengalami kerugian dan menambah hutang dari waktu-kewaktunya.

Mengingat begitu pentingnya keberadaan seorang direksi untuk PDAM Tirta Kepri, maka dalam waktu dekat, sebagaimana dikatakan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah akan segera diumumkan nama direktur tersebut. Dengan harapan, nama yang akan muncul itu sesuai dengan harapan dan bisa membawa PDAM kearah yang lebh baik.

Tim seleksi Perekrutan Calon Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri telah memilih sebanyak tiga nama dengan bobot nilai tertinggi selama menjalani tes seleksi. Tiga nama itu merupakan pilihan dari  tiga belas nama yang dipilih dan saat ini telah diserahkan kepada Gubernur Kepri Ismeth Abdullah sebagai calon kuat guna mengemban amanah jabatan Direktur PDAM Tirta Kepri nantinya.

Adapun tim seleksi untuk perekrutan direksi PDAM sendiri disebut juga dengan Tim 5. Tim 5 sendiri terdiri dari Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri Eddi Wijaya, Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi, Asisten II Pemprov kepri Nuraida Mochsen, dan sekretaris Komisi II DPRD Kepri Rudi Chua serta Manager Teknis PT ATB Batam Willaim S selaku anggotanya.

Wakil Ketua tim seleksi Nur Syafriadi mengatakan, ketiga nama yang telah mereka serahkan kepada Gubernur merupakan para calon yang berhasil mengumpulkan nilai tertinggi dibanging tiga belas kandidat lainnya. Selanjutnya, dari tiga nama tersebut akan menjadi kewenangan Gubernur seutuhnya siapa yang akan ditunjuk dan dipandang paling mampu memimpin PDAM diantara mereka nanti.

“Proses seleksi sudah selesai semua. Diawali seleksi administrasi, kemudian dilanjutkan dengan fit and propertest dan terakhir wawancara. Dari tahapan-tahapan seleksi itu kita menetapkan tiga nama dengan nilai tertinggi satu, dua tiga. Ketiga nama itu sekarang sudah di tangan Gubernur, selanjutnya kita sedang menunggu kapan Gubernur akan mengeluarkan keputusannya,” kata Nur Syafriadi kepada Sijori Mandiri.

Sayangnya, Nur Syafriadi enggan menyebutkan siapa tiga nama yang telah direkomendasikan oleh Tim 5 untuk menjadi direktur PDAM tersebut.

“Nama-namanya saya belum bisa menyebutkan sekarang. Tahu pun saya, tidak akan saya sebutkan. Hal ini untuk menjaga objektivitas. Karena kalau sebutkan sekarang, dan para calon tau nama mereka yang kita usulkan ke Gubernur, maka ditakutkan mereka nanti akan melakukan hal-hal yang tidak objektif untuk dirinya, karena sudah masuk angin. Jadi, lebih baik tunggu saja keputusan Gubernur,” ujar Nur.

Proses penyeleksian calon direksi PDAM sendiri sudah berlangsung sejak Oktober. Adapun tujuan perekrutan adalah untuk mencari figur yang profesional dan nantinya mampu membenahi manajemen PDAM Tirta Kepri yang dipandang sudah cukup amburadul, terutama dalam hal manajemen.

Sekretaris Komisi II DPRD Kepri Rudi Chua mengatakan, dia membenarkan bahwa Tim 5 telah mengajukan tiga nama kepada Gubernur. Selanjutnya, ketiga nama tersebut dimungkinkan akan dikoordinasikan oleh Gubernur kepada Dewan Pengawas PDAM yang ada.

“Sudah di tangan gubernur, hanya perlu dikoordinasikan lagi dengan tim Pengawas PDAM. Setelah itu baru diumumkan oleh Gubernur,” kata Rudi.

Salah satu tes wawancara yang ditekankan kepada para calon adalah menyangkut visi misi serta langkah-langkah mereka dalam upaya membenahi PDAM jika kemudian mereka ditunjuk sebagai direktur.

“Kita tahu bahwa permasalah mendasar di tubuh PDAM ini kan soal manajemen. Jadi salah satu pertanyaan yang ditekankan Tim 5 adalah menyangkut langkah-langkah mereka soal ini. Disamping program-program mereka untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang tentunya,” kata Rudi lagi. (sm/bs)

Ismeth Telah Kantongi Tiga Nama
Gubernur Provinsi Kepri Ismeth Abdullah berjanji akan segera mengumumkan satu dari tiga nama calon direksi yang saat ini berada di tangannya untuk ditunjuk sebagai Direktur PDAM Tirta Kepri. Nama-nama ketiga calon tersebut masih disimpan rapat-rapat oleh Ismeth dan tidak akan membocorkannya sebelum satu nama pilihannya ditetapkan.

“Nama-namanya jangan diberi tahu di dulu. Kasihan nanti kalau yang tidak terpilih. Insya Allah minggu depan sudah bisa diketahui siapa orangnya,” kata Ismeth.

Saat ini, kata Ismeth, pihaknya sedang meminta beberapa masukan dari pengawas PDAM Tirta Kepri. Masukan-masukan tersebut juga menjadi salah satu proses yang dilalui sebelum kemudian Gubernur menunjuk salah satu dari tiga nama yang dia dapat dari panitia perekrutan direksi PDAm yang tergabung dalam Tim 5.

“Kita juga sedang meminta masukan-masukan dari Pengawas PDAM yang ada. Kita harap mendapatkan figur yang benar-benar bisa memperbaiki manajemen PDAM lah. Air kan dibutuhkan masyarakat banyak, jadi kedepannya dengan manajemen yang baru pelayananya agar lebih optimal lagi. Kita juga tidak mau PDAM ini mengalami rugi terus setiap tahunnya,” kata Ismeth.

Proses perekrutan Direksi PDAM sendiri sudah berlangsung sejak Oktober 2009 lalu. Dari lowongan yang dibuka, sebanyak 16 Pelamar memasukkan berkas ke Pemerintah Provinsi Kepri melalui biro Perekonomian. selanjutnya sebanyak 13 orang dinyatakan yang lulus administrasi.

Sebanyak 13 orang tersebutlah kemudian yang mengikuti tahaan demi tahapan seleksi oleh tim penguji. Diawali dengan fit and proper tes yang dilakukan oleh tim Psikologi dari Jakarta, kemudian dilanjutkan tes wawancara oleh Tim 5.

Sebelum Direktur ditunjuk, sejumlah program jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang telah PDAM sedang menanti polesan tangan dingin sang direktur. Diantara program-program tersebut adalah diawali dengan pembenahan manajemen PDAM sendiri, kemudian dilanjurkan dengan pembenahan waduk, infrastruktur dan mencari sumber air baru untuk membeckup waduk Sei Pulai yang saat ini hanya menjadi satu-satunya sumber air yang bisa di handalkan di Pulau Bintan.(sm/bs)

Kenduri Air Untuk Waduk Sei Pulai
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Air, Lingkungan dan Manusia (ALIM) Provinsi Kepulauan Riau menggelar Kenduri Air atau syukuran atas turunnya hujan sehingga air permukaan di Waduk Sungai Pulai bertambah debitnya, pada akhir Desemer 2009 lalu.

Bersamaan dengan itu, LSM ALIM juga merekrut sukarelawan atau pekerja sosial (social worker) yang mereka diberi nama Laskar Air.

Kenduri Air dan Laskar Air merupakan salah satu wujud kepedulian LSM ALIM terhadap Sumber Daya Air yang berada di Kepri, khususnya di Pulau Bintan. Melalui pendekatan Religi dan Sosial Budaya tersebut, mereka mengharapkan, kearifan lokal dalam pengelolaan Sumber Daya Air dapat terwujud, sehingga manfaatnya bagi kehidupan masyarakat dapat dirasakan di segala bidang.

“Beberapa bulan lalu yang kita dikejutkan dengan menyusutnya air permukaan Waduk Sungai Pulai hingga ketinggian 4,5 dari mistar pengukur. Banyak pihak menyayangkan hal ini bisa terjadi. Banyak pihak pula yang saling tuding dan melemparkan tanggungjawabnya. Sempat heboh dan sangat mengkhawatirkan kita semua,” ungkap Ketua Umum LSM Alim, Kepri  Raja Syahniar Usman.

Dikatakan, berbagai solusi diwacanakan hingga memodifikasi cuaca untuk mendapatkan hujan buatan. Tidak tanggung-tanggung, biaya untuk itu sangat besar sekali. Padahal tidak ada satu pihakpun yang berani menjamin efektifitas hujan buatan itu.

Melalui kegiatan Kenduri Air tersebut lanjutnya, ALIM mengajak semua pihak untuk mensyukuri karunia Allah yang telah menurunkan hujan dari langit tanpa harus mengeluarkan sepeser uang rakyatpun. Apalagi dengan semakin banyak  bersyukur, maka  akan bertambah nikmat dari Allah.

Menurut Anggota Komisi DPRD Kepri ini, selain curah hujan, daya dukung hutan dan lahan serta perilaku social sangat menentukan tingkat ketersediaan air permukaan Waduk Sungai Pulai. LSM ALIM menilai, pohon-pohan yang ditanam dari tahun ketahun di sekitar waduk Sungai Pulai  belum mendatangkan hasil seperti yang di harapkan. Selain kurang perawatan dan pemeliharaan, banyak pohon yang ditanam pada saat curah hujan kecil. Akhirnya kering dan mati. Dia, memperkirakan hanya 20 persen saja yang hidup.

“Melalui Laskar Air, kita akan bekerja sama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Kepulauan Riau untuk ikut memelihara dan merawat pohon-pohon yang sudah ditanam itu. Jangan pada waktu menanam saja yang ramai, tapi pada waktu memelihara dan merawatnya juga harus bersama-sama,” tegas Politisi dari Partai Golkar ini, menyatakan keinginannya mengembalikan daya dukung hutan dan lahan di sekitar Waduk Sungai Pulai kembali normal, seperti sebelum tahun 1998.

Paling tidak imbuhnya, cathment areanya tersedia secara cukup. Tentu tidak bisa dilakukan sendirian. LSM ALIM juga mendesak Pemprov Kepri untuk segera membentuk Dewan Sumber Daya Air sebagaimana diamanatkan dalam Perpres No 12 tahun 2008 tentang Dewan Sumber Daya Air. Mengingat papar dia, ditingkat Pusat sudah terbentuk Dewan Sumber Daya Nasional tapi di Kepri belum ada satupun yang terbentuk, baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Ini penting untuk mengintgrasikan semua kepentingan, sektor dan wilayah yang berkaitan dengan Sumber Daya Air.

Sementara itu, Ketua Harian LSM ALIM, Kherjuli menyoroti soal anggaran untuk penyehatan PDAM Tirta Kepri yang menurut hemat dia dinilai masih kurang berpihak kepada masyarakat pengguna air. Pasalnya tegas dia, APBD Kepri yang baru disahkan untuk 2010 hanya menganggarkan sebesar Rp5 Milyar  dana tersebut dinilainya masih sangat minim sekali.

“Kita berharap setelah Direksi PDAM Tirta Kepri terpilih, dapat segera menyusun Bisnis Plan dan menghitung kembali biaya yang rill untuk Penyehatan PDAM Tirta Kepri agar dapat diajukan pada APBD Perubahan mendatang. Kita juga menyarankan agar Pemko Tanjungpinang, Pemkab Bintan dan Pemprov Kepri dapat duduk bersama stakeholder lainnya guna membahas penyertaan modal masing-masing Pemda itu untuk meningkatkan pelayanan air minum kepada masyarakat Tanjungpinang, Kijang dan Tanjung Uban,” pungkas Kher Juli. (sm/bs/mm)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Agustus 3, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: