Mandi Hujan Masal


Mandi Hujan Masal

Bundaran Adipura km 6 Tanjungpinang

Ribuan orang terpaksa diguyur air hujan dan ribuan orang pula yang sengaja mandi hujan. Mereka terdiri dari anak-anak, Mak-mak, Bapak-bapak, nenek-nenek hingga kakek-kakek. Mulai dari tingkat SD sampai sekolah tingkat tinggi. Mulai dari pengangguran hingga yang sudah pensiun dan menganggur lagi. Yang menarik, mandi hujan masal itu juga diikuti oleh Pimpinan di daerah ini yaitu Walikota Tanjungpinang. Tidak mau ketinggalan juga diikuti oleh Ketua dan Anggota DPRD Tanjungpinang, Forum Perangkat Daerah, SKPD, TNI, POLRI, Pelajar SD, SMP, SMU, Mahasiswa, Swasta, BUMD, BUMN, Guru dan masyarakat.

Gerak Jalan 17 Km dalam rangka HUT RI ke 65, Regu DPRD Kota Tanjungpinang yang dikomandoi oleh Huznizar Hood, Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang.

Gerak Jalan 17 Km dalam rangka HUT RI ke 65 di Tanjungpinang. Regu DPRD Kota Tanjungpinang

Cukup lumayan waktu yang mereka pergunakan untuk mandi hujan masal itu. Pada umumnya lebih dari 2 jam mereka berjalan kaki dan membiarkan tubuh mereka diguyur hujan. Tak ada yang menggunakan payung atau baju hujan (mantel). Kepala mereka sebagian telanjang dan sebagiannya lagi tertutup topi, peci, kerudung dan ikat kepala yang terbuat dari bahan kain yang mudah terserap air. Bukan dari bahan parasut, katun atau bahan sejenis  plastik yang tidak terserap air. Tidak juga menggunakan helm.

Rintik-rintik air hujan pun jatuh membasahi kepala mereka dan anggota bagian tubuh lainnya. Wajah mereka tak satupun kelihatan mengering. Pakaian yang mereka gunakan juga sudah pada basah. Pernak-pernik atau aksesoris yang sengaja mereka bawa dan gunakan pagi itu juga basah.  Air hujan hampir merata menyentuh dan membasahi tubuh-tubuh anak manusia yang sedang berjalan kaki sepanjang 17 kilo meter itu. Dapat dipastikan, volume air hujan yang singgah di tubuh mereka lebih banyak dibanding air keringat yang keluar melalui lobang pori-pori dan ketiak mereka.

Basah,.. Basah,.. Basah,.. Seluruh tubuh.

Ah,.. Ah,.. Ah,.. Mandi Hujan.

Sungguh fenomena yang luar biasa yang terjadi di Kota Gurindam. Ada ribuan anak manusia yang sedang mandi air hujan secara masal. Ribuan manusia menikmati karunia Tuhan itu  secara langsung. Tidak seperti biasanya, air hujan yang jatuh ke bumi ditampung terlebih dahulu pada wadah (waduk/sumur/bak/hutan/dll) barulah kemudian mereka pergunakan untuk membasahi tubuh mereka. Tetapi kali ini, air hujan itu langsung mereka kenakan ke kepala dan bagian tubuh lainnya.

Regu salah satu elemen masyarakat yang menggunakan daun kelapa sebagai pernak-pernik. Sepintas mereka kelihatan seperti suku Dayak.

Sangat menarik sekali. Mungkin fenomena itu bisa juga dikatakan dengan Pesta Hujan sebab diantara ribuan orang itu terlihat wajah-wajah yang tersenyum ceria, tertawa, melambaikan tangan, menyanyi-menyanyi dan bahkan ada pula yang menari-nari diatas jalan dibawah guyuran hujan. Memang ada yang kelihatan cemberut, berteriak dan marah-marah dengan sesama teman-temannya tetapi emosi mereka justru membuat suasana pesta hujan yang terbuka untuk umum itu menjadi semakin hangat dan menarik perhatian penonton. Lucu, gembira dan senang sekali menyaksikan fenomena di pagi itu.

Mandi hujan masal sebenarnya bukanlah fenomena baru. Sebelumnya pernah terjadi di Tanjungpinang maupun ditempat lain. Seperti ribuan penonton yang kehujanan pada saat menyaksikan pertandingan sepak bola, motor cross, pawai, lomba lari marathon dan lain sebagainya. Bahkan pada tahun-tahun sebelumnya, pada saat yang sama dilaksanakannya gerak jalan tri lomba juang, hujan sempat turun dan mengguyur para peserta.

Sebenarnya mandi hujan masal dilakukan secara kebetulan saja alias tidak direncanakan sebelumnya. Sedikit sekali orang-orang yang memang sengaja merencanakannya secara beramai-ramai (masal). Bila adapun biasanya rencana tersebut datang dari gagasan sekelompok anak-anak yang memang ingin bermain-main diwaktu hujan. Sedangkan orang dewasa apalagi orang tua enggan melakukannya. Karena selain takut dibilang seperti anak-anak, juga tak ingin jatuh sakit (demam).

Apa betul mandi hujan dikalangan orang dewasa atau orang tua bisa menyebabkan demam ? Bila betul, wah,.. celaka. Ada ribuan orang di kota ini akan mengalami demam masal. Mudah-mudahan hal itu tidak terjadi. Kita doakan itu tidak dan tentu kita sepakat menghindari jangan sampai terjadi berobat masal. Kalau sunatan masal atau kawin masal, bolehlah tetapi kalau berobat masal, jangan ya ?

Air hujan merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan manfaat untuk kehidupan manusia disegala bidang. Dengan meningkatnya intensitas curah hujan di kota Gurindam ini diharapkan akan mampu meningkatkan air permukaan waduk Sei Pulai yang merupakan air baku untuk air minum penduduk kota Tanjungpinang. Selain itu dapat pula menambah volume air tanah (sumur) milik warga, menghidupkan pohon-pohon yang ditanam di hutan lindung sei pulai dan sebagai sumber kehidupan bagi makhluk lainnya.

Menurut Wikepedia : Hujan merupakan satu bentuk presipitasi yang berwujud cairan. Presipitasi sendiri dapat berwujud padat (misalnya salju dan hujan es) atau aerosol (seperti embun dan kabut). Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi karena sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering. Hujan jenis ini disebut sebagai virga.

Hujan memainkan peranan penting dalam siklus hidrologi. Lembaban dari laut menguap, berubah menjadi awan, terkumpul menjadi awan mendung, lalu turun kembali ke bumi, dan akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai untuk mengulangi daur ulang itu semula.

Pengukur hujan (ombrometer) standar

Jumlah air hujan diukur menggunakan pengukur hujan atau ombrometer. Ia dinyatakan sebagai kedalaman air yang terkumpul pada permukaan datar, dan diukur kurang lebih 0.25mm. Satuan curah hujan menurut SI adalah milimeter, yang merupakan penyingkatan dari liter per meter persegi.

Air hujan sering digambarkan sebagai berbentuk “lonjong”, lebar di bawah dan menciut di atas, tetapi ini tidaklah tepat. Air hujan kecil hampir bulat. Air hujan yang besar menjadi semakin leper, seperti roti hamburger; air hujan yang lebih besar berbentuk payung terjun. Air hujan yang besar jatuh lebih cepat berbanding air hujan yang lebih kecil.

Beberapa kebudayaan telah membentuk kebencian kepada hujan dan telah menciptakan pelbagai peralatan seperti payung dan baju hujan. Banyak orang juga lebih gemar tinggal di dalam rumah pada hari hujan.

Biasanya hujan memiliki kadar asam pH 6. Air hujan dengan pH di bawah 5,6 dianggap hujan asam.

Banyak orang menganggap bahwa bau yang tercium pada saat hujan dianggap wangi atau menyenangkan. Sumber dari bau ini adalah petrichor, minyak atsiri yang diproduksi oleh tumbuhan, kemudian diserap oleh batuan dan tanah, dan kemudian dilepas ke udara pada saat hujan.

Jenis-jenis hujan

Untuk kepentingan kajian atau praktis, hujan dibedakan menurut terjadinya, ukuran butirannya, atau curah hujannya.

Jenis-jenis hujan berdasarkan terjadinya

  • Hujan siklonal, yaitu hujan yang terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan angin berputar.
  • Hujan zenithal, yaitu hujan yang sering terjadi di daerah sekitar ekuator, akibat pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan-gumpalan awan di sekitar ekuator yang berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan.
  • Hujan orografis, yaitu hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horisontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan.
  • Hujan frontal, yaitu hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas. Tempat pertemuan antara kedua massa itu disebut bidang front. Karena lebih berat massa udara dingin lebih berada di bawah. Di sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal.
  • Hujan muson atau hujan musiman, yaitu hujan yang terjadi karena Angin Musim (Angin Muson). Penyebab terjadinya Angin Muson adalah karena adanya pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan. Di Indonesia, hujan muson terjadi bulan Oktober sampai April. Sementara di kawasan Asia Timur terjadi bulan Mei sampai Agustus. Siklus muson inilah yang menyebabkan adanya musim penghujan dan musim kemarau.

Jenis-jenis hujan berdasarkan ukuran butirnya

  • Hujan gerimis / drizzle, diameter butirannya kurang dari 0,5 mm
  • Hujan salju, terdiri dari kristal-kristal es yang suhunya berada dibawah 0° Celsius
  • Hujan batu es, curahan batu es yang turun dalam cuaca panas dari awan yang suhunya dibawah 0° Celsius
  • Hujan deras / rain, curahan air yang turun dari awan dengan suhu diatas 0° Celsius dengan diameter ±7 mm.

Jenis-jenis hujan berdasarkan besarnya curah hujan (definisi BMKG)

  • hujan sedang, 20 – 50 mm per hari
  • hujan lebat, 50-100 mm per hari
  • hujan sangat lebat, di atas 100 mm per hari

Hujan buatan

Sering kali kebutuhan air tidak dapat dipenuhi dari hujan alami. Maka orang menciptakan suatu teknik untuk menambah curah hujan dengan memberikan perlakuan pada awan. Perlakuan ini dinamakan hujan buatan (rain-making), atau sering pula dinamakan penyemaian awan (cloud-seeding).

Hujan buatan adalah usaha manusia untuk meningkatkan curah hujan yang turun secara alami dengan mengubah proses fisika yang terjadi di dalam awan. Proses fisika yang dapat diubah meliputi proses tumbukan dan penggabungan (collision dan coalescense), proses pembentukan es (ice nucleation). Jadi jelas bahwa hujan buatan sebenarnya tidak menciptakan sesuatu dari yang tidak ada. Untuk menerapkan usaha hujan buatan diperlukan tersedianya awan yang mempunyai kandungan air yang cukup, sehingga dapat terjadi hujan yang sampai ke tanah.  Bahan yang dipakai dalam hujan buatan dinamakan bahan semai.

Demikianlah yang dimaksud dengan Hujan dan hujan buatan. Sungguh manusia hanya bisa melakukan modifikasi cuaca untuk mendapatkan hujan sementara hujan itu sendiri merupakan ciptaan Allah Tuhan Maha Pencipta alam jagad raya ini.

DihidupkanNya bumi yang mati, diturunkanNya air hujan dan dihidupkanNya tumbuh-tumbuhan, lalu Allah berikan kita buah-buah untuk kehidupan, apakah kamu masih tidak bersyukur ?.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Juli 26, 2010, in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. wew..apakah disana jarang hujan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: