Percepatan Penyediaan Air Minum Butuh Modal Besar


Percepatan Penyediaan Air Minum Butuh Modal Besar

Percepatan penyediaan air minum dan pencapaian target millennium Devolepment Goals 2015 di daerah butuh komitment bersama dan biaya yang sangat besar dari Pemerintah Daerah dan para pemangku kepentingan di daerah.

Pemerintah Pusat sendiri sudah membuka berbagai akses pembiayaan agar air minum bagi penduduk senantiasa tersedia dalam jumlah yang cukup merata dan mutu yang baik. Banyak regulasi yang telah dibuat oleh Pemerintah Pusat. Tahun 2010 saja LSM ALIM mencatat ada proyek Peningkatan Tampungan Waduk Sei Pulai yang dibiayai melalui APBN 2010 senilai Rp 7 milyar. Kemudian Pemerintah Pusat juga sudah siap membuat DED tampungan air baku baru di Bintan dan membangunnya secara bertahap. Air baku memang merupakan tanggung jawab Pemerintah Pusat sesuai perundangan yang berlaku. Tetapi bila kurang direspon maka proyek-proyek tersebut akan beralih ke daerah lain.

Sekarang tinggal bagaimana Pemda dan DPRD yang ada di Pulau Bintan ini menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Pusat itu melalui berbagai program yang telah digariskan secara bersama, baik secara langsung maupun melalui pendampingan.

Dari diskusi publik yang digerlar LSM ALIM kemarin terungkap bahwa Percepatan Penyediaan Air Minum di Ibukota Provinsi Kepri ini membutuhkan investasi atau modal yang sangat besar. Selain modal, yang paling penting adalah komitment bersama antara Pemerintah/Pemerintah Daerah, DPRD dan stakeholder didaerah ini.

Komitment bersama ini dibutuhkan mengingat Sumber Daya Air yang menjadi dasar utama penyediaan air minum meliputi lintas otoritas, sektor, kepentingan, wilayah administrative dan juga generasi.

Air minum merupakan kebutuhan dasar penduduk yang memiliki dampak terhadap indeks pembangunan manusia dan tidak kalah pentingnya dengan sektor pendidikan dan pengentasan kemiskinan.

Semakin  minim anggaran untuk mempercepat penyediaan air minum maka akan semakin memberatkan penduduk miskin di perkotaan untuk memperoleh air dengan mutu yang baik untuk kehidupan yang sehat dan produktif.

Air yang sehat itukan bukan saja untuk diminum tetapi juga untuk keperluan mandi, masak, mencuci dan MCK.

Kita minta DPRD Kepri mau mendengarkan keluhan warga yang sudah lama menunggu peningkatan pelayanan PDAM. Jangan hanya bisa berjanji di Koran saja tetapi juga harus bisa membuktikannya pada anggaran belanja PDAM.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Juli 23, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: