Kherjuli Surati Presiden SBY


Kherjuli Surati Presiden SBY PDF Cetak E-mail
Sabtu, 17 Juli 2010 09:32

Harian Pagi terbesar di Kepri

Terungkapnya keberadaan belasan tambang pasir darat yang ilegal berkedok tambang rakayat di Pulau Bintan, diduga melibatkan oknum penguasa, pengusaha, dan aparat. Tanpa kongkalikong antara oknum-oknum tersebut, mustahil operasional penambangan ilegal tersebut bisa berjalan. Apalagi, jumlahnya hingga belasan penambangan pasir darat.
Hal ini disampaikan Ketua LSM Air Lingkungan dan Manusia (Alim) Kherjuli, Kamis (15/7). Dugaan adanya kongkalikong antara oknum penguasa, oknum pengusaha dan oknum aparat itu disampaikan juga aktivis lainnya di Kijang Bintan Timur Rasyid. Ditegaskannya bahwa dugaan itu bukan hanya untuk penambangan pasir darat, tapi juga penambangan bauksit di seluruh Pulau Bintan, termasuk di Tanjungpinang.
Prihatin dengan kondisi tersebut, termasuk juga dengan berbagai aktivitas penambangan bauksit di Tanjungpinang dan Bintan, Kherjuli, segera menyurati Presiden SBY. Surat ke SBY itu untuk mengabarkan kondisi terkini di Pulau Bintan. Laporan itu sekaligus menjadi wujud ketidakpercayaan terhadap aparatur pemerintahan dan aparatur keamanan di daerah ini. Di samping juga untuk menghindarkan kemungkinan terjadinya konflik horizontal di tingkat akar rumput atau di masyarakat.
”Untuk mendapatkan data secara teknis di lapangan sangat sulit dan banyak sekali hambatan. Karena sudah bersebatinya (menyatu, red) antara oknum-oknum yang sudah kongkalikong tersebut dalam soal pertambangan di seluruh Pulau Bintan. Baik penambangan pasir darat maupun penambangan bauksit. Kita juga tak mau ada ribut-ribut di lapangan. Makanya lebih baik surati saja Presiden SBY,’’ kata Kherjuli.
Dalam kesempatan itu, Kherjuli menegaskan sikapnya yang tidak anti pertambangan. Namun, menyimak, memperhatikan, meneliti kondisi yang terjadi di lapangan sekarang ini dia sangat prihatin. Apalagi Pulau Bintan termasuk pulau kecil yang memiliki batas kemampuan daya dukung lingkungan.  Ditambah lagi, sejumlah bagian pulau ini sudah dikelola khusus untuk kawasan industri dan pariwisata. Sehingga, wilayahnya semakin sempit dan terbatas. Dalam kondisi yang semakin terbatas itu sepatutnya daya dukung lingkungan dijaga dengan sangat-sangat ketat.
Soal dugaan kongkalikong itu sebelumnya disampaikan juga oleh Ketua Komisi II DPRD Bintan Zulkifli Spd yang dikonfirmasi terpisah, namun dengan bahasa yang lebih halus. Menurutnya, aktivitas penambangan itu dinilainya hanya menguntungkan oknum-oknum tertentu saja, yang menggunakan masyarakat sebagai alibinya. Karenanya, dia minta Pemkab Bintan melalui dinas terkait agar sesegera mungkin menertibkan seluruh tambang rakyat di Bintan.
’’Pihak eksekutif harus segera menyikapi masalah penambangan ilegal ini secara serius. Kalau dibiarkan terus sama saja dengan membiarkan masyarakat melanggar aturan. Kenapa selama ini aparat pemerintah dan aparat penegak hukum seperti menutup mata? Untuk apa ada bidang pengawasan di dinas terkait? Kalau tak mampu mundur saja,’’ tegas Zulkfili.
Terungkapnya belasan penambangan pasir darat ilegal di Bintan, bukan hanya merugikan Pemkab Bintan sendiri yang tidak mendapatkan konstribusi apapun dari penambangan itu. Penambangan ilegal juga sangat merusak lingkungan, sebab operasionalnya tidak ada pengawasan dan jelas tidak ada reklamasi lingkungan kembali.
Tata ulang kembali, imbuh Zulkifli, semua aktivitas penambangan di Pulau Bintan. Mana yang memang patut mendapatkan izin, berikan izinya dan jangan dipersulit. Namun, yang tidak sesuai untuk mendapatkan izin, jangan diberikan janji atau harapan dan tegaskan bahwa kawasan tersebut tidak diperuntukkan untuk kegiatan penambangan. (git)

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Juli 17, 2010, in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: