Bintan “Surga” Melayu


Bintan “Surga” Melayu …………….  Sanggam

Puteri Sanggam Dara Melayu Jelita Cantik Rupawan dari Pulau Bintan* (Photo : Kher)

Padang Lamun. (Photo Kher)

Siapa yang tidak tertarik menyaksikan keindahan alam Pulau Bintan. Pasir putih, Sun Set, desiran ombaknya dan sepoi-sepoi tiupan angin membuat para pengunjung betah dan tak mau beranjak meninggalkan “Surga” Melayu itu. Sekali Anda datang maka 100 kali Anda akan mengatakan, “ Aku ingin kesana, di Pulau Surga yang berjuluk Bintan.

Puan dari Belahan Bumi Sana sedang berendam (Photo : Kher)

Dari benua yang berbeda mereka yakin akan keindahan alam Pulau Bintan ini. Lihatlah, Mereka datang dan berkunjung lalu membasahkan kepala dan seluruh tubuhnya dengan air laut. Alangkah gembiranya mereka dan pasti keindahan alam ini serta kisah-kisah menarik yang mereka alami selama berkunjung di Pulau Surga ini akan selalu terekam di memory benak mereka maupun di memory card, Handpone, Camera, Laptop, Video atau pada souvenir yang mereka bawa dari Bintan.

Becak Motor di Pulau Bintan (Photo : Kher)

Selain keindahan pantainya, Pulau Bintan juga memiliki kawasan Padang Lamun yang dilindungi Pemerintah Daerah setempat.

Becak Motor (BEMO) yang unik yang sulit ditemukan di benua lain, dapat Anda temukan di Pulau Bintan.

Awan Berarak Balek* (Photo Kher)

“Di waktu senja, sinar mentari merah keemasan,  rebah diatas pohon, diatas pondok rumbia dan diatas harapan agar segala gundah gulita sirna di hempas malam. Lalu, malam datang membawa hening dan mengubur keresahan diatas pasir putih yang hanyut dibawa gelombang. Datanglah wahai insan dibelahan bumi ini dan di jagat raya yang bergerak. Bergeraklah menuju Bintan Surga Melayu.

Pondok Indah Taman Pantai* (Photo : Kher

Tak Melayu Hilang Di Bumi, Tak Bintan Lenyap di Pelupuk Mata.  Bintan dimana nenek moyang kami, Aku dan anak-anak Kami dilahirkan serta disitulah tempat dimana Hang Tuah mengabdi untuk negeri dan selalu memegang amanah daripada menggenggam serakah dan ingin selalu berkuasa. Kami ingin seperti Hang Tuah meski kami tahu Hang Tuah tiada tandingan. Kami ingin seperti Hang Nadim tetapi bukan untuk dilindas dan menjadi tempat singgah. Kami ingin menjadi seperti kelima Hang dan menjadi Tuan di negerinya sendiri. Kami pasti bisa andaikan tiada dusta yang menusuk didalam senyum dan puji-pujian.

Keheningan Malam di Upuk Barat Pulau Bintan* (Photo : Kher)

Datanglah wahai Tuan dan Puan,.. Akan kami bawa menuju ke “Surga” Melayu menikmati keindahan alam dan lezatnya aneka buah, sayur mayur dan masakan laut yang dimask oleh tangan-tangan yang berwajah cantik yang pandai membawa diri dan menyajikan berbagai aneka hidangan makanan.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Juni 24, 2010, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: