Galakkan Reboisasi Hutan


TANJUNGPINANG(BP) – Ketua LSM Air, Lingkungan, dan Manusia (Alim), Kherjuli menilai, untuk menjamin ketersediaan air bersih pemerintah harus terus menggalakkan penanaman pohon dengan slogan one men one tree dan reboisasi hutan lindung. Hutan tidak saja berfungsi untuk tata kelola air. Tapi juga untuk berfungsi menghasilkan oksigen dan menekan dampak dari pemanasan global (global warming).

”Sayangnya, semakin banyak pohon yang ditanam semakin banyak pula uang rakyat yang tidak termanfaatkan dengan benar. Siapa yang tidak kesal, pohon mahoni yang ditanam, tumbuh ”pohon seremoni”, alias pohon yang hanya hidup sekejap,” ketus Kherjuli.

Kherjuli juga menilai pengolahan air laut menjadi air tawar, untuk mengatasi krisis air bersih di Tanjungpinang dan Bintan, mahal dan belum saatnya. Meskipun, dia menilai gagasan yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Kepri, Iskandarsyah adalah gagasan yang bagus meski bukan hal yang baru.

Menurut Kherjuli, ada baiknya berpikir bagaimana memanfaatkan daerah aliran singai yang sudah ada di Bintan ini seoptimal mungkin. Bisa juga dengan mengelola air limbah menjadi air bersih melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan biayanya lebih murah dari pada mengolah air laut menjadi air bersih.

Hal itu dimungkinkan dan payung hukumnya seperti yang dikelola PDAM Tirta Nadi Medan dan PDAM Kota Surabaya. Ditambahkannya, di samping mahal gagasan mengolah air laut ke air tawar sulit dilakukan karena peraturan perundangan yang berlaku terkait pengelolaan sumber daya air di Indonesia masih berbasis wilayah sungai dan bukan laut yaitu UU No 7 tahun 2004 dan PP No 42 tahun 2008.

Hal tersebut juga sesuai dengan PP No 16 tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). ”Air permukaan tanah yang berada di wilayah sungai dan daerah aliran sungai (DAS) masih menjadi prioritas,” kata Kherjuli.

Menurutnya, pengelolaan sumber daya air tidak bisa dilihat dari kepentingan sosial dan ekonomi saja. Tapi juga juga harus berwawasan lingkungan hidup. Berbeda dengan  Singapura yang tidak memiliki lahan cukup untuk dihutankan kembali dan tidak memiliki daerah aliran sungai basah. (git)

Dimuat di surat kabar harian pagi batampos

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Juni 3, 2010, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: