POLITIK UANG


Adegan FILM SELIMUT GOLPUT

Uang memang bukan segala-galanya. Uang hanyalah lembaran kertas atau logam yang didesign sebagai alat tukar yang resmi untuk keperluan berbagai transaksi, termasuk transaksi jual beli suara. Bukan suara yang berbentuk lagu yang berisikan pesan-pesan nasehat, kata-kata indah, ungkapan kesedihan, cinta dan kebohongan. Suara yang dimaksudkan disini adalah suara dalam system demokrasi.

Uang akan menjadi tidak punya nilai bila Ia tergeletak di dalam gua atau didalam tanah tanpa diketahui manusia. Sang pemilik yang menyimpan di tempat itu dahulu, telah mati. Tak ada orang lain yang tahu. Tak satupun hewan, Jin dan Setan dapat menggunakannya sebagai alat transaksi. Tak semua jenis hewan bisa memanfaatkan uang terbuat. Paling paling cuman rayap atau anai-anai yang bisa memakannya. Begitulah uang, akan punya nilai bila ada manusia dan manusia itupun tidak hidup hidup sendiri. Coba bayangkan bila anda membawa satu karung uang lalu tinggal didalam gua sendirian dan tidak ada pemukiman penduduk disana. Mau bertransaksi dengan siapa, Jin, atau binatang  ? Paling-paling, makan tu uang ! Itupun tidak bisa, bukan ?

Semakin banyak manusia lahir didunia ini akan semakin membutuhkan uang sebagai alat tukar untuk memproduksi barang dan jasa, yang pada akhirnya dimanfaatkan untuk manusia juga. Meskipun tidak secara langsung manusia yang baru lahir itu bisa menggunakan uang sebagai alat transaksi untuk membeli susu dan lain sebagainya, tetapi lewat ibu bapa atau orang lain, kebutuhan sang bayi dapat terpenuhi. Ada juga sih yang dilahirkan tidak menggunakan sepeser uang pun. Tetapi itu tidak representative alias apalagi di Negara-negara maju dan Negara berkembang.

Oleh karena itu tidak sedikit orang tua yang melakukan aborsi dengan cara-cara diluar praktek medis gara-gara tidak memiliki uang. Banyak pula orang tua yang membuang atau menjual anaknya karena tidak memiliki uang. Pokoknya, uang dan manusia merupakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan di era modern ini. Berbeda dengan zaman primitive dulu yang tidak mengenal uang dan hanya mengenal barter untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa bagi kehidupan.

Demokrasi adalah suatu cara untuk mencapai tujuan bersama sekelompok orang, masyarakat atau rakyat, yang berasal dari, oleh dan untuk rakyat itu sendiri. Orang yang dimaksudkan didalam system demorasi tentu bersifat majemuk. Bukan sendirian seperti legenda Sang Tarzan. Dengan demikian maka semakin banyak orang yang telibat didalam system demokraasi maka akan semakin banyak pula uang yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan demokrasi. Dinegara-negara sedang berkembang, demokrasi itu memang harus dibayar mahal. Proses demokrasi itu sendiri bahkan sampai mengorbankan harta benda dan nyawa.

Sambung ya……..

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on April 18, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: