Melayu


Symbol

Beberapa saat yang lalu, Aku di undang oleh para sesepuh dan tokoh-tokoh Melayu makan malam dan berbincang-bincang disuatu tempat yang diberi judul Melayu Square, yang berada di tepi laut di kilometer kosong. Semula Aku kira akan membahas tentang judul tempat itu yang enak diucapkan, tetapi sulit diartikan. Tternyata tidak.   Membahas salah satu organisasi masa yang memiliki karakteristik Melayu. Bukan Lembaga Adat Melayu (LAM) tetapi ormas Melayu. Syukurlah, menurut garis patriarki aku juga orang melayu dan bahkan bisa dikatakan orang Melayu kental. Karena selain Ayahku (alm) memang asli Melayu, Ibuku juga demikian, asli dilahirkan di Bentan. Aku juga di lahirkan di Bentan. Aku tidak terlalu seksama mendengarkan perbincangan mereka. Aku hanya menulis apa yang menjadi keinginan para sesepuh dan tokoh Melayu itu. Sejak dulu, bagiku Melayu itu bukan hanya sekedar bisa berbahasa Melayu saja melainkan dituntut bisa dalam berbagai hal positif yang bermanfaat bagi kelangsungan generasi Melayu yang akan datang juga kehidupan saat ini. Tidak saja baik dalam ucapan saja melainkan juga harus baik dalam tindakan. Orang Melayu juga harus bisa menempatkan diri dari berbagai macam dimensi sosial, budaya, ekonomi dan politik. Orang Melayu juga harus bisa mengaktualisasikan diri kedalam dinamika modern dan teknologi. Bisa menjalankan organisasi sesuai bentuk, arah dan tujuan organisasi itu. Orang Melayu harus memahami sejarah pahit manisnya kejayaan dan kehancuran nilai-nilai dari berbagai pengaruh. Termasuk pengaruh modernisasi kapitalisme yang menghantam sendi-sendi ekonomi. Orang Melayu tidak boleh ingin kaya sendiri dan membiarkan yang lainnya miskin beramai-ramai. Orang Melayu harus bisa bersatu dalam tindakan mengucakan kata-kata bersatu. Satu ucapan,  jangan sampai pula 1000 tindakan membuat alasan untuk pembenaran diri. Satu perkataan benar, jangan sampai takut dengan 1000 rayuan untuk bertindak menyesatkan diri dan sesama orang Melayu, meskipun ada 1.000.000.000 jaminan keselamatan pribadi. Jangan,.. Jangan sampai seperti itu. Bila sudah seperti itu, sebaiknya ajukan permohonan pindah suku saja. Itupun tidak ada jaminan Suku lain mau menerimanya.

Orang Melayu memang bukan Malaikat Melayu yang hanya bisa berucap dan melakukan tindakan yang baik-baik saja. Orang Melayu tidak boleh berucap dan bertindak seperti Iblis dan melakukan hal yang negatif saja. Jangan pula seperti Dajal modern. Wajar bila orang Melayu itu adakalanya melakukan kesalahan, adakala menyanyah dan adakalanya bertindak benar. Orang Melayu tidak berarti mengenakan baju teluk belanga, bertanjak, berselip keris dan berenang di kolam renang. Orang Melayu tidak pula harus selalu makan makanan berkuah. Sesekali boleh juga mencicipi Fizzat Hurt Kentucky Fried Chiken atau Cap Cai. Orang Melayu lebih baik mengakses Internet membuka jendela dunia daripada berkeluh kesah meratapi dunia dengan kedengkian.   Merenyeh-merenyehlah tak karuan, daripada diam memupuk dendam. Tetapi lebih baik merenyeh betulan atau paling tidak merenyeh hiburan daripada merenyehkan dendam.

Sambung ya……….

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on April 12, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: