Maling Tangkap Polisi ?


Yang ada Hanya garis Polisi. Tidak ada "garis maling".

Dalam perspektif sosiologi hukum, Polisi tangkap polisi sebenarnya bukanlah suatu hal yang baru. Sejak dulu juga sudah sering dilakukan institusi Polisi. Itu makanya ada divisi provost di tubuh kepolisian. Tidak ada yang aneh. Begitu pula yang menimpa Perwira Tinggi berpangkat Jenderal bintang tiga itu. Yang membuat aneh justru karena proses penjemputan paksa atau apapun istilahnya sempat terekam oleh media elektronik dan langsung disiarkan hingga ke pelosok tanah air. Dalam waktu yang relatif singkat peristiwa itupun langsung menggemparkan. Hampir semua media memberitakan penangkapannya. Sekali kagi, peristitiwa itu sebernarnya bukanlah peristiwa baru dan membuat aneh sejumlah pihak. Tetapi bila ada pihak-pihak yang menilai peristiwa itu aneh, ya silakan saja. Tidak aneh juga bila kita menghargai pendapat aneh orang-orang aneh sedangkan menurut kita tidak.

Bukan saja Polisi yang memiliki tugas melakukan penangkapan terhadap seseorang yang diduga atau patut diduga telah melakukan tindakan melawan hukum ? Penyidik PNS dan aparat penegak hukum lainnya juga kan bisa. Hukum apa, hukum pidana ? Itu salah satunya. Apakah Jendral bintang tiga itu diduga telah melakukan perbuatan yang melawawan hukum pidana ? Hanya aparat penegak hukumlah yang mengetahuinya. Saya bukan pihak yang berkompeten memberikan penjelasan terhadap hal itu. Saya hanya mencoba melihat dari perspektif sosoliogi hukum saja.

Mana ada hukum dan keadilan produk manusia didunia ini yang dijamin kesempurnaannya selain hukum dan keadilan “made ini” Tuhan. Dalam perspektif sosiologi hukum, kita harus melihatnya sebagai realita dan fakta atas peristiwa hukum yang telah terjadi. Mau disikapi aneh, ya silakan. Tidak juga ya silakan. No coment juga silakan. Sama halnya ketika kita mendengar “maling teriak maling”. Wajar bukan. Tidak ada yang aneh. Maling tidak punya isntitusi resmi dan tidak juga punya divisi provost. Selain itu maling juga tidak punya keahlian menangkap orang tetapi sebaliknya punya keahlian menghindar dari upaya penangkapan oleh siapapun termasuk polisi. Maling merupakan sasaran tangkap polisi. Sedangkan polisi bukan sasaran tangkap maling. Itu sebabnya jarang kita mendengar istilah “maling tangkap maling apalagi maling tangkap polisi”.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on April 12, 2010, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: