3 Liter Air Untuk Mandi si Buah Hati


Air,……….. !

Aksi Protes Air

Teriakan itu berulang kali dilontarkan M. Rizal, anak LA yang tengah berada di kamar mandi. Ia berteriak supaya LA menyediakan air untuk keperluan mandi sebelum berangkat ke sekolah pagi itu. Air yang telah LA siapkan ternyata tidak cukup, dan sudah habis Ia gunakan untuk keperluan membersihkan kotorannya sendiri. Biasanya Ia jarang buang air besar di pagi hari tetapi tak tahu kenapa, pagi itu Ia lama keluar dari kamar mandi karena harus melakukan ”ritual buang hajat” terlebih dahulu.

Air yang LA siapkan memang tidaklah terlalu banyak. Hanya satu ember kecil berwarna hitam yang biasa digunakan tukang bangunan mengangkat adonan semen. Kira-kira volume airnya berukuran 3 liter saja atau kurang lebih sama dengan 3 botol air mineral besar. Bukan 3  galon air minum isi ulang. Itu sudah terlalu banyak. Kalau sejumlah itu, Wah,.. Bisa pesta air M. Rizal di dalam kamar mandi sambil bersenandung ria dengan menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang tak pernah tuntas Ia nyanyikan. Sudah seperti itu, Ia bernyanyi tak beraturan mulainya. Kadang-kadang dinyanyikan dari awal dan kadang-kadang Refrinya dulu. Suaranya parau namun semangatnya untuk tetap menghibur dirinya sendiri sebelum pergi ke sekolah menimba ilmu cukup tinggi. Suaranya lumayan juga sih. Cuman liriknya kadang-kadang diplesetkannya. Dari jarak yang dekat dengan LA terdengar seuntai lirik lagu yang sempat hits, yang dinyanyikan gadis cantik berpostur tinggi yaitu Luna Maya. Syukur lirik lagu tersebut tidak diplesetkannya. Lirik lagu itu sering Ia nyanyikan didalam kamar berukuran sedang seukuran dirinya. Ni dia, ”SUARA DENGARKANLAH AKU, APA KATANYA…”. Begitulah pesta air yang sering M Rizal lakukan pada saat persediaan air di kamar mandi lagi banyak.

Hari-hari sebelumnya, sebelum berangkat ke sekolah, 3 liter air itu cukup Ia gunakan buat keperluan mandi. Anak kecil yang duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar itu memang tidak pernah protes terhadap volume air bersih yang disediakan LA setiap hari, apalagi pada saat air sumur kering seperti sekarang ini. Apakah memang Ia senang mandi dengan sedikit air, LA belum sempat menanyakan kepadanya. Tetapi yang jelas, meskipun sedikit, Sang Buah hati LA bisa merasakan segarnya (fresh) tubuh bila disirami air di waktu pagi. Terutama di bagian kepala supaya otak kiri dan otak kanannya sedikit ”encer” atau bisa menerima pelajaran yang disampaikan Guru di sekolah. Benar gak ya ? Soalnya, ada juga sih anak-anak yang seusianya yang mandi dengan air yang berlimpah (lebih dari 3 liter) tetapi otak kiri dan otak kanannya tetap saja ”beku” atau tak mampu menangkap apa yang disampaikan guru-gurunya di sekolah. Nilai hariannya rendah. Kemampuan membaca dan menulis juga masih relatif kurang.  Kalaulah benar encer, pasti orang tua yang memiliki anak-anak yang kurang berprestasi di sekolah akan berusaha menerapkan pola mandi baru yaitu dengan menyiram kepala anak dengan air yang lebih berlimpah dan bahkan bila perlu kepalanya direndam di dalam baskom untuk beberapa saat supaya lebih encer. Wah gawat tuh. Bukan segar lagi tu namanya, tapi lemas dan kedinginan dan bisa berakibat fatal. Wah sepanjang yang LA ketahui, gak ada referensinya yang mengatakan ada relefansi antara air, otak anak-anak dan kecerdasan berpikir. Kalo memang gak ada maka, ”JANGAN DITIRU ADEGAN INI !”.

Celoteh air tidak selamanya memberikan manfaat ilmu bagi para peduli air tetapi dapat pula memberikan manfaat hiburan agar para peduli air tergelitik hatinya dan bisa tertawa, meskipun tidak lepas karena memiliki kendala dengan gigi. Bagi yang bisa tertawa dengan lepas, LA mengucapkan terimaksih semoga kandungan air yang berada di dalam tubuh Anda akan merespon perilaku gembira Anda sehingga diharapkan air didalam tubuh Anda bisa mengalir bersama darah keseluruh organ tubuh secara sempurna. Dengan demikian, bila darah sudah mengalir sempurna (tidak ada penyumbatan, bocor, hemoglobinnya normal) maka berbagai jenis penyakit dapat dihindar, terutama penyakit kekurangan darah. Sebab persediaan darah di lembaga donor darah sekarang cenderung menurun dan semakin terbatas. Oleh karena itu, LA menyarankan agar selalu minum air putih dalam jumlah yang cukup dengan mutu yang baik.

Kembali kepada fenomena mandi dengan 3 liter air, LA sebenarnya sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi di rumah LA saat ini. Mungkin sama halnya dan terjadi pula di rumah tangga yang lain. Cuaca panas di Kota Tanjungpinang membuat sejumlah sumur milik warga kering kerontang. Sementara, air PDAM belum bisa diakses dan sebagai alternatif harus membeli air lori tangki dari pengusaha. Itupun tidak terlalu mudah di dapat. Air yang telah dipesan memerlukan waktu dua hingga tiga hari baru bisa disuplai ke rumah. Alasannya, permintaan air pada musim panas sangat tinggi.

Jaringan pipa distribusi PDAM belum mampu menjangkau kawasan perumahan LA. Sudah berulang kali LA menyampaikan kepada pihak pengelola agar dipasang jaringan pipa di lokasi itu, namun alasannya lagi-lagi menyangkut sejumlah uang. Pihak pengelola mengalami kesulitan keuangan. Dilain sisi, warga juga belum mampu secara swadaya mengadakan jaringan pipa distribusi itu. Akhirmya, ya seperti itu. Air bersih milik Pemda belum bisa diakses dengan mudah dan murah. Waduh….. repot juga ya. Sebenarnya pengadaan jaringan distribusi itu  menjadi tanggung jawab Pemda dan pengelola, tapi kenyataannya masih saja belum bisa di wujudkan. Begitulah, ”JANGAN DITIRU PERBUATAN ITU !.”

Seringkali bila tidak ada air, kaum perempuan terutama ibu-ibu rumah tangga merasa gerah dan gelisah. Hampir semua urusan rumah tangga memerlukan air. Untuk masak, mencuci, mandi dan minum membutuhkan air dalam jumlah yang cukup tersedia. Pekerjaan rumah tangga yang dilakukan kaum perempuan hampir tiada henti-hentinya, dilakukan setiap hari mulai dari pagi hingga menyambut datangnya pagi kembali. Semua pekerajaannya membutuhkan air. Oleh karena itu maka wajar bila kaum perempuan terutama istri/Ibu merasa gerah dan gelisah bila tak dapat air. Dorongan didalam diri kaum perempuan untuk melaksanakan kewajibannya sebagai istri/ibu agar pemenuhan  kebutuhan dasar bagi keluarga, terutama anak-anak, tidak dapat dielak. Karena selain kewajiban tadi, yang pasti suami atau anak-anak mereka juga akan menjadi kesulitan untuk melanjutkan aktivitasnya di kantor maupun di sekolah.

Perasaan gerah dan gelisah kadang-kadang diikuti pula perasaan emosi dan marah karena sulitnya mendapatkan air. Soal tenaga masih bisa diatur. Menimba dan mengangkat air dari tempat tetangga tidak jadi persoalan yang penting airnya ada. Bila tidak, membeli airpun tidak menjadi masalah asalkan air yang telah dipesan, datang sebelum persediaan air di rumah habis. Nah,.. Ketika hampir habis inilah biasanya kaum istri/ibu terusik semosinya dan menjadi marah. Sasaran kemarahannya pun tak lain adalah suami atau anak-anaknya. Mau marah tetangga atau pengusaha tidak cukup dasar. Mau marah Pemerintah, Pemda dan Pengelola, buang-buang energi saja dan akan menambah emosi. Lalu,.. biasanya terlebih dahulu sering diawali dengan perubahan ekspresi wajah, lau perubahan perkataan dan akhirnya sikap. Semakin tinggi emosinya akan semakin sulit dikendalikan. Akhinya kaum istri/ibu sudah tidak bisa menyembunyikan perubahan-perubahan sikap tadi terhadap orang-orang yang berisiko rendah (suami dan anak-anak) terlebih dahulu untuk dilepaskan. Wajahnya ”retak-retak” dan suaranya sedikit melengking. Ibarat tanah kering sudah menjadi retak karena sudah terlalu lama tidak mendapat air. Suhu udara yang panas semakin membuat suhu emosinya tidak terkendali lagi. Lalu konflik rumah tanggapun terjadi. Pertengkaran antara suami istri tidak dapat dielakkan lagi. Kelangkaan air disinyalir sebagai pemicu terjadinya konflik di dalam rumah tangga. Waduh,.. Dasyat juga ya ?

Berbicara tentang air memang kita dibawa kepada persoalan yang sangat universal dan memiliki kompleksitas yang begitu tinggi. Hal itu dikarenakan air memiliki fungsi sosial yang sangat universal bagi kehidupan manusia dalam segala bidang. Tidak ada satupun manusia di bumi ini yang dapat hidup tanpa air. Manusia pasti memerlukan air untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya mulai dari yang paling mendasar hingga dalam bentuk hiburan dan lain sebagainya. Mulai sejak manusia dilahirkan hingga Ia harus diusung ke liang lahat. Bayi yang baru dilahirkan juga butuh air. Proses kelahirannya juga ditandai dengan pecahnya air ketuban sang Ibu. Bidan dan tenaga medis yang membantu proses kelahiran manusia itu juga memerlukan air. Selain untuk keperluan membersihkan peralatan medis juga untuk mencuci tangan dan pakaian yang telah digunakan. Si Ibu juga butuh air agar senantiasa dapat menyusui bayinya. Hebatnya lagi, ternyata proses kelahiran manusiapun dapat dilakukan di dalam air dan itu sudah berhasil dilakukan dengan hasil yang memuaskan. Dan yang tak kalah menariknya adalah manusia selain Nabi Adam dan Nabi Isa, terlahir dan berasa dari setetes air.

Pemerintah dan Pemerintah Daerah juga butuh air untuk menunjang kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat di perkotaan. Karena unversalnya air maka tanpa dibedakan oleh karakteristik sosial, wilayah, generasi, sektor maka air telah menjadi barang atau sarana hidup manusia. Oleh karena itu sudah menjadi tanggungjawab Negara agar kehidupan masyarakat dapat lebih terjamin dan berkwalitas. Tanggungjawab Pemerintah dapat menentukan kwalitas air dan kwalitas hidup warganya.

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on April 4, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: