TIM GAGAL SUKSES


TIM GAGAL SUKSES

FIGUR SUKSES

Anda mungkin baru pertama kali mendengar kata-kata ini “TIM GAGAL SUKSES”. Anda lebih sering membaca atau mendengar kata-kata “TIM SUKSES” bukan ? Apalagi pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilukada), kata-kata Tim Sukses sepertinya sudah tidak asing lagi dikumandangkan. Bukan saja dari kalangan elit tetapi juga bagi kalangan masyarakat biasa. Pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), ingat! tak ada wakil kepala desa ya ? Gak tahulah nanti mungkin saja ada bila peraturan perundangan sudah berubah. Contohnya seperti Wakil Menteri yang sebelumnya tidak ada tetapi sekarang ada. Kata-kata Tim Sukses sudah melekat di hati masyarakat di pedesaan, untuk memenangkan salah satu calon Kepala Desa yang di usung masyarakat pada Pildes yang diselenggarakan setiap enam tahun sekali (dulu lima tahun sekali). Tim Sukses sangat berkaitan dengan pesta demokrasi. Kalau Pesta Penikahan sepertinya kata-kata Tim Sukses jarang sekali dipergunakan orang. Tak tahulah di tempat Anda, karena lain daerah akan lain pula budayanya. Tim Sukses juga sagat berkaitan dengan pertarungan untuk mensukseskan figur atau tokoh-tokoh yang mereka unggulkan. Ada persaingan, ada lawan dan ada kawan. Tetapi ada juga yang netral dan tidak mau peduli alias apatis.

Tapi Saya yakin Anda tidak apatiskan saat ini ? Bila Anda Apatis maka Anda pasti akan menutup blog ini dan meninggalkan tulisan dan tak sempat  membacanya lagi. Bila itu benar-benar Anda lakukan maka berarti Saya gagal mengajak Anda mengungkap makna dari kata Tim Gagal Sukses diatas.

Mari kita lanjutkan. Seperti yang pernah kita lihat, kita dengar dan bahkan kita alami bahwa Tim Sukses pemenangan calon anggota Legislatif yang sukses mengantarkan figurnya menjadi anggota DPRD, setelah figurnya duduk menjadi anggoa dewan terhormat, Tim tersebut ada yang kebagian sukses dari figur mereka itu. Tetapi ada juga yang tidak kebagian sukses sama sekali. Bagi yang sukses, mereka mendapatkan imbalan baik dalam bentuk materi, uang, modal usaha, penghargaan hingga pekerjaan dalam bentuk proyek pembangunan maupun usaha dagang. Tetapi jangan harap bisa mendapatkan kursi di dewan karena terhadang sistem dan mekanisme yang ada. Kecuali bila Tim Sukses tersebut ternyata calon legislatif juga yang bisa saja duduk melalui mekanisme Penggantian Antar Waktu (PAW). Bagi yang gagal sukses karena  paling-paling mereka hanya bisa pasrah dan kapok  untuk menjadi Tim Sukses lagi dimasa yang akan datang. Kontrak politik dan kontrak moral sangat sulit mau dibawa dalam persidangan dunia. Sementara Pengadilan akhirat tak ada yang tahu kapan bisa digelar. Akhirnya mereka hanya bisa bersabar dan tetap berjuang agar hari esok tidak segagal hari ini.

Dari sekelumit ringkasan diatas dapat Saya simpulkan bahwa ada fenomena yang bisa menjelaskan kepada kita tentang Tim Sukses yang gagal sukses. Tim sukses bisa membuat orang lain dan dirinya menjadi sukses dan bisa hanya membuat orang lain saja yang menjadi sukses sementara dirinya tetap pada kondisi yang belum/tidak sukses atau gagal.

Pak Awang Tak Menerima Tim meminang Anak Daranya

Lalu apa yang dimaksud dengan Tim Gagal Sukses dan apa contohnya ? Sebenarnya sih sama saja. Bedanya, kalo Tim Sukses Gagal Sukses lebih berorientasi kepada dinamika politik dan pesta demokrasi. Sedangkan Tim Gagal Sukses bisa berorintasi kepada semua aspek kehidupan, atau tidak saja terfokus pada aspek politik dan pesta demokrasi saja. Bisa saja dalam aspek budaya dan pesta pernikahan. Conothnya, Tim “meminang” gagal meminang atau melamar si anak dara yang cantik jelita, anak sulungnya Pak Awang Jantan yang dikenal alim di desa itu. Kegagalan Tim meminang disebabkan karena Tim tak pandai mencuri hati dan perasaan Pak Awang. Tak pandai berbahasa lembut dan sumbang pantunnya sehingga membuat hati Pak Awang menolak mentah-mentah dan mengusir pulang Tim tersebut dengan sapu lidi dan parang panjang. Alamak,… Kasihan sungguh Tim meminang itu ya ? Sudahlah gagal, ditimpa sial pula.

Oleh : Kherjuli

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on Maret 10, 2010, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: