TARIF AIR PDAM TIRTA KEPRI


Tarif Air Naik

Kamis, 24 November 2011 00:00

TANJUNGPINANG- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menaikan tarif air bersih di Kota Tanjungpinang dan Bintan sebesar 114 persen pada 2012 mendatang. Tarif air semula hanya Rp1.200 per kubik naik menjadi Rp2.600 per kubik. Kepastian kenaikan ini tinggal menunggu surat keputusan (SK) Gubernur Kepri HM Sani.

Sekda Provinsi Kepri, Suhajar Diantoro meminta PDAM Tirta Kepri segera melakukan sosialisasi kenaikan itu kepada masyarakat. Hal ini agar masyarakat tidak kaget.

“Sosialisai dulu agar masyarakat tidak terkejut dengan kenaikan tarif air tersebut,” kata Suhajar usai rapat bersama Sekdako Tanjungpinang, Tengku Dahlan, Asisten I Pemkab Bintan, Yudha Inangsa, Anggota DPRD Kepri Rudi Chua, Komisaris PDAM Tirta Kepri, Andi Anhar Chalid dan Dirut PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholiq. Rapat tersebut digelar di Aula Kantor Gubernur Kepri, kemarin.

Suhajar mengatakan kenaikan tarif ini juga harus dibarengi dengan peningkatan kinerja pelayanan agar masyarakat tidak kecewa. Selain pelayanan perlu diperhatikan juga sumber mata air seperti di Sungai Pulai harus disempurnakan, mengganti pipa yang bocor dan lainnya sehingga jangan sampai pelayanan terganggu.

“PDAM Tirta Kepri segera koordinasi dengan tiga pemerintahan yakni Pemkab Bintan, Pemko Tanjungpinang dan Pemerintah Provinsi Kepri sendiri,”ujarnya.

Asisten I Pemkab Bintan, Yudha Inangsyah mengatakan, Pemkab Bintan siap mendukung penuh apa yang diinginkan dan direncanakan PDAM Tirta Kepri. Pemkab juga siap membantu untuk memasok ketersediaan air.

“PDAM Tirta Kepri harus memperhatikan pegawainya. Sebab pegawai mengadu kepada kami agar diperhatikan, baik dalam segi gaji, cara bekerja dan lainnya,” kata Yudha.

Dirut PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik sebelumnya mengatakan tarif yang diberlakukan saat ini masih mengacu pada Surat Keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2001 lalu. Dalam SK tersebut ditetapkan, tarif air bersih bagi masyarakat sebesar Rp1.200 per meter kubik atau setara dengan Rp1,2 per liter. Nilai tarif itu sangat kecil jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi sejak 10 tahun lalu yang berkisar 6 persen per tahun.

“Kondisi saat ini, dengan pelanggan PDAM yang mencapai 16.400 rumah hanya bisa mengumpulkan dana Rp8,2 miliar. Sementara biaya yang harus kami keluar mencapai Rp11 miliar. Sehingga PDAM Tirta Kepri mengalami minus Rp3 miliar. Jadi kami akan menghitung kenaikan tarif pada masa mendatang sambil memperbaiki sarana dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kholik.***(Sutana, Liputan Tanjungpinang)

Sumber : Haluan Kepri

Air PDAM Rp2.600 Per Kubik

Diposting oleh admin pada 24 November, 2011 0 Comment

Suhajar Diantoro

PDAMTirta Kepri sejak sebulan terakhir telah menyosialisasikan rencana kenaikan harga tarif dasar air, dari yang Rp1.200 per kubik menjadi Rp2.600 per kubik. Angka ini merupakan hasil analisis dari BPPSPAM, yang dijadikan salah satu bahan rekomendasi PDAM kepada Pemprov Kepri untuk memutuskan tarif air baru.

Dan pada pertemuan Rabu (23/11) di Aula Kantor Gubernur Kepri yang dipimpin oleh Sekdaprov langsung, ada dua versi harga kenaikan tarif yang akan diputuskan. Harga pertama berasal dari BPPSPAM yang nilainya Rp2.600 per kubik dan angka kenaikan berdasarkan analisa tim kajian (terdiri dari anggota DPRD dan Pemprov Kepri) yakni Rp2.000 per kubik.

“Memang ada dua versi harga rencana kenaikan ini, dan bisa dibilang 90 persen kami mendukung ke angka Rp2.600 per kubik,” terang Sekdaprov Kepri, Suhajar Diantoro usai pertemuan tersebut kepada Tanjungpinang Pos.

Menurutnya, keputusan akhir tetap ada pada Guebrnur Kepri, dalam hal menerbitkan Surat Keputusan (SK) untuk harga tarif baru mendatang. Meskipun sudah ada juga hasil dari tim kajian pemerintah untuk rencana kenaikan harga tarif ini, tapi pihaknya lebih condong ke Rp2.600 per kubik.

“Kami pikir ini lebih rasional, dalam rangka untuk menjadikan managemen PDAM lebih sehat, sehingga pelayanan kepada masyarakat sebagai pelanggan juga bisa lebih baik,” ujarnya.

Suhajar sendiri memastikan, dalam waktu dekat Gubernur Kepri akan menerbitkan SK kenaikan tarif tersebut, agar bisa langsung diterapkan di lapangan. Sesuai target pemerintah dan PDAM Tirta Kepri sendiri, harga ini akan diberlakukan paling lambat pada 1 Janari 2012 mendatang.

“Saya rasa ini akan berjalan dengan mudah, apalagi besaran harga kenaikan ini sudah disosialisasikan PDAM jauh-jauh hari,” imbuhnya.

Disinggung mengenai tanggapan pemerintah akan hasil kerja dari tim kajian, Suhajar mengatakan, dalam pola pengambilan keputusan tetap ada unsur perbedaan pendapat. Untuk mencapai yang terbaik, pihaknya melakukan pendekatan harga yang lebih rasional dan bisa diterima oleh semua pihak.

“Yang terpenting bagi kami, kenaikan ini bisa membuat semua pihak diuntungkan, dan masyarakat sebagai pelanggan bisa menikmati pelayanan air yang maksimal,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, anggota tim kajian, Rudi Chua menegaskan, pihaknya sangat keberatan apabila pemerintah memutuskan kenaikan tarif air yang saat ini Rp1.200 per kubik menjadi Rp2.600. Pasalnya, tim sudah mengkaji angka kenaikan yang paling rasional dan bisa diterima masyarakat adalah Rp2.000.

“Kami tidak melarang harganya bisa sampai Rp2.600 per kubik. Asalkan itu dilakukan secara beratahap, dan tidak langsung dilakukan sekarang,” terang anggota DPRD Kepri ini.

Rudi menjelaskan, keinginan tim kajian untuk menaikan secara bertahap dengan dimulai dari angka Rp2.000 per kubik, agar tidak menimbulkan beban besar di masyarakat. Lantaran, masyarakat sebagai pelanggan juga perlu pembenahan pelayanan dari PDAM Tirta Kepri sebagai penyedia air.

“Usulan yang kami ajukan, yakni kenaikan pada tahun 2012 adalah Rp2,000 dan pada tahun 2013 barulah dinaikin lagi sampai Rp2.600 per kubik,” paparnya.

Terpisah, Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik mengatakan, pihaknya saat ini lebih pada sikap menunggu kebijakan pemerintah akan harga pasti untuk tarif dasar air. Adapun nilai Rp2.600 per kubik yang selama ini telah mereka sosialisasikan, merupakan hasil kajian dan analisis BPPSPAM.

“BPPSPAM menilai, dengan angka kenaikan sampai Rp2.600 per kubik ini, maka manajemen PDAM Tirta Kepri secara keseluruhan akan sehat, dan PDAM dalam posisi aman untuk biaya-biaya produksi, pemeliharaan pipa dan biaya operasional lainnya,” paparnya.

Kholik juga menegaskan, apabila kenaikan tarif air sampai Rp2.600 maka, PDAM Tirta Kepri harus bekerja ekstra keras agar seluruh masyarakat sebagai pelanggan bisa menikmati haknya.

“Ini tantangan bagi kami, yang sudah pasti membutuhkan masukan dari semua pihak termasuk masyarakat langsung,” tutupnya.(TAUFIK A HABU)

Sumber : Tanjungpinang Pos

About these ads

About kherjuli

PRESIDEN AIR

Posted on November 24, 2011, in Uncategorized, Water, Environment and Human. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.419 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: